JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan soal kabar Maruarar Sirait yang menjadi salah satu investor dalam Konsorsium Nusantara.
Ara diketahui pernah ikut dalam rombongan Konsorsium Nusantara yang dipimpin oleh Agung Sedayu Group saat berkunjung ke IKN.
Ara juga mengunggah gambar dirinya yang sedang berkumpul dengan Aguan, Prajogo Pangestu, Franky Wijaya, dan Boy Thohir dalam Instagram miliknya @maruararsirait.
"Saya coba cek ya, memang waktu itu ikut sama saya, ikut sama saya menemani kelompok konsorsium," ujar Bahlil saat ditemui usai Konferensi Pers di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (24/1/2024).
Menurut Bahlil, dirinya hanya mengurus masalah perizinan investasi dan merasa tidak memiliki hak untuk membongkar susunan konsorsium.
"Saya tidak baca pemilik sahamnya karena saya kan bicara tentang izin dan investasi, pemilik sahamnya kan tidak bagus juga kalau aku bongkar di sini kan," tegas Bahlil.
Baca juga: Pembebasan Lahan Proyek IKN dalam Setahun Telan Rp 1,4 Triliun
Sebagai informasi, Konsorsium Nusantara merupakan kelompok perusahaan raksasa tanah air yang bergabung untuk membangun Hotel Nusantara.
Menurut data Otorita IKN (OIKN), terdapat 10 perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium Nusantara.
Meliputi, Agung Sedayu Group, Salim Group, Astra Group, Sinarmas Group, Kawan Lama Group, Mulia Group, Pulau Intan, Alfa Group (Alfamart), Barito Pacific, dan Adaro Group.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.