Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Terkini, Tower Crane Lincah Menari, Lampu Proyek Gemerlap di Malam Hari

Kompas.com, 17 Mei 2024, 08:36 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Bagi Anda yang memfavoriti tayangan "Mega Structure" di kanal mancanegara, kemungkinan akan mengalami reaksi yang sama dengan saya ketika menyambangi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Proyek jumbo ini tengah dikebut Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca juga: Istana Negara IKN Dilapisi Beton Setebal 20 Cm dan Kaca Anti Peluru

Tak kurang dari 90 paket terkontrak dengan nilai sekitar Rp 70 triliun sedang dikerjakan secara simultan.

Sebagaimana yang dikemukakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono selaku komandan dari proyek strategis nasional (PSN) ini.

Permainan pencahayaan di proyek Kantor Kementerian Koordinator 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota NusantaraKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Permainan pencahayaan di proyek Kantor Kementerian Koordinator 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara
Puluhan tower crane menari-nari lincah mengangkut beton pra-cetak untuk ditempatkan di bagian atas proyek gedung-gedung yang merupakan bagian dari infrastruktur Batch I dan Batch II.

Baca juga: Groundbreaking Ke-VI IKN Libatkan Sejumlah Nama Besar Sektor Pendidikan dan Lifestyle

Siang hari, kendati penuh debu, panas terik menyengat membakar kulit, area pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ibarat orkestrasi beragam "peralatan musik", yang mengeluarkan nada dan suara berbeda namun menggema harmonis.

Ditingkahi lagu "Shalawat" dari Maher Zein, terkadang lagu reliji lainnya dari artis Opick, atau grup nasid populer Sabyan dengan volume kencang dari pelantang suara.

Suasana Plaza Ceremony di malam hari, mulai ditanami pepohonan dan dipasang pencahayaanKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Suasana Plaza Ceremony di malam hari, mulai ditanami pepohonan dan dipasang pencahayaan
"Lagu shawalat diperdengarkan karena masih dalam suasana Syawal, dan mampu membangkitkan semangat kerja," ujar Yono, asal Tulungagung salah seorang pekerja di area KIPP kepada Kompas.com.

Pada malam hari, gerak tower-tower crane ini terlihat lebih menarik karena sistem pencahayaan (lighting) yang menyertainya memendarkan warna beraneka.

Baca juga: Mengupas Kecanggihan Bangunan Cerdas Istana Negara IKN

Kadang biru, lain waktu hijau, oranye, bahkan berkali-kali ungu dan kuning. Mencerminkan filosofi dari konsep pengembangan IKN yang merepresentasikan ketunggalan dari kebhinekaan.

Mari kita kupas satu per satu infrastruktur Batch I, khususnya di Kawasan Istana Presiden, di area KIPP, yang secara visual terkoneksi satu sama lain melalui Sumbu Kebangsaan.

Istana Negara dan Kantor Presiden di Kawasan Istana Presiden KIPP, Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Istana Negara dan Kantor Presiden di Kawasan Istana Presiden KIPP, Ibu Kota Nusantara (IKN)
Di sini terdapat Kantor Presiden yang progres konstruksinya sudah mencapai 80 persen. Pekerjaan yang tengah dilakukan saat ini adalah penyelesaian pemasangan bilah selubung Garuda sehingga genap menjadi 4.661 bilah.

Kemudian arsitektural, penataan interior, mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), penataan kawasan, dan lanskap.

Baca juga: Menengok Apartemen Khusus Paspampres di IKN, Serba Canggih dan Modern

Tampak sejumlah tower crane bergerak ke sana ke mari mengangkat bilah-bilah yang terbuat dari baja anti-karat dilatarbelakangi semburat lembayung senja Bumi Banua.

Kantor Presiden dengan nilai kontrak pekerjaan Rp 1,56 triliun, ini merupakan tempat Kepala Negara Republik Indonesia dan Ibu Negara bekerja.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau