Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

30 Atlet IKN Berlaga di PON XXI, Optimistis Raup Medali dari Layar

Kompas.com, 8 Juli 2024, 20:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Sebanyak 30 atlet Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah disiapkan oleh Otorita IKN (OIKN) untuk berlaga di pesta olahraga multi-event Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 ini.

Kendati tidak ditargetkan meraih prestasi pada PON yang digelar di dua provinsi Aceh dan Sumatera Utara ini, atlet IKN diyakini dapat membawa pulang medali dari cabang olahraga (cabor) terukur dan non-terukur seperti layar, panahan, dan jujitsu.

Baca juga: Jokowi ke Abu Dhabi Juli Ini, Follow Up Rencana Investasi Pemilik Burj Khalifa di IKN

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin mengungkapkan, ke-30 atlet tersebut berasal dari kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Timur yang tak disertakan dalam kontingen provinsi.

"Ada delapan cabor yang kami ikuti dan lolos babak kualifikasi. Di antaranya senam, layar, jujitsu, panahan, dan renang," ungkap Alimuddin kepada Kompas.com, Senin (8/7/2024).

Optimisme Alimuddin bukan tanpa alasan, melainkan berbasis rekam jejak pada sejumlah kompetisi yang diikuti para atlet tersebut belum lama ini.

Cabor layar sebagai cabor unggulan Kalimantan Timur, misalnya. Pada Kejuaraan Nasional dan Indonesia Open, Kalimantan Timur memborong 6 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

"Saya optimistis, atlet layar berprestasi yang tak dikirimkan provinsi Kalimantan Timur, akan ikut mewakili IKN, bisalah pulang bawa medali. Kemudian panahan dan jujitsu," imbuh Alimuddin.

Baca juga: Kalau Mau Pembangunan IKN Cepat, Harus Ada Keppres Pengadaan Tanah

Untuk merealisasikan target tersebut, OIKN telah membentuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) IKN.

Kendati kepengurusan KONI belum definitif, namun Alimuddin menyatakan kontingen IKN siap meramaikan kompetisi berasama dengan 38 provinsi lainnya.

Para atlet ini tengah mengikuti pemusatan latihan di berbagai tempat sebagai persiapan untuk kelak bertanding.

Hasil dari pemusatan latihan ini akan dievaluasi kalayakan para atlet untuk berkompetisi.

"Jadi walaupun tidak berburu medali, kami ingin berburu sosialisasi, berkenalan dengan daerah lain, memperlihatkan juga kesiapan kami nanti saat melaksanakan Pemerintah Daerah Khusus (Pemdasus) IKN. Ya ada kejutan-kejutan-lah nanti di PON itu," tuntas Alimuddin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau