Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Kota Spons, Konsep Pengelolaan Air di IKN

Kompas.com, 13 Agustus 2024, 20:00 WIB
Add on Google
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Gambaran tentang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui Rencana Induk IKN telah dituangkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN.

Dalam Rencana Induk tersebut dijelaskan, IKN akan memadukan tiga konsep perkotaan, meliputi IKN sebagai kota hutan (forest city), kota spons (sponge city) dan kota cerdas (smart city).

Tujuannya adalah membangun ibu kota dengan meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Kota spons adalah konsep pengelolaan air perkotaan yang menjadi kota layaknya spons yang menyerap, menyimpan, dan mengelola air hujan secara efektif.

Dikutip dari unggahan Instagram Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Selasa (13/8/2024), konsep ini diterapkan di sejumlah kota dunia.

Mulai dari Shanghai, Auckland, London, Mumbai, dan Philadelphia.

Baca juga: OIKN Bahas Pengembangan Kota Spons Bareng Lembaga Riset Belanda

Penerapan konsep ini juga bertujuan dalam mengurangi risiko banjir, meningkatkan kualitas air, dan mempromosikan penggunaan sumber daya air (SDA) yang bijaksana dalam lingkungan perkotaan.

Kota spons dapat diwujudkan dengan membangun infrastruktur hijau seperti taman kota, atap hijau, dan lahan basah.

Tak kalah pentingnya adalah peningkatan sistem drainase perkotaan dengan penggunaan kolam retensi, jaringan pipa, dan penggunaan teknologi untuk mengumpulkan, menyaring, dan memanfaatkan air hujan.

Berikut ini penerapan konsep kota spons di IKN: 

  • Pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan biru secara merata dan tersambung dalam kesatuan tata hidrologis.
  • Desain fasilitas perkotaan skala mikro, misalnya dengan memanfaatkan atap hijau pada bangunan.
  • Desain fasilitas perkotaan skala makro, misalnya melalui penerapan jalan dan trotoar berpori, biosengkedan, dan sistem bioretensi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau