Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Terkini: Pembangunan Fisik 50,4 Persen dari 108 Paket

Kompas.com, 26 Agustus 2024, 06:17 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 50,4 persen dari 108 paket terkontrak. 

Rinciannya Batch I pada tahun sebelumnya yaitu sebanyak 40 paket dengan progres sebesar 91,4 persen.

Kemudian Batch II sebanyak 31 paket pelaksanaanya sudah 56,3 persen dan Batch III sebanyak 30 paket, progres penyelesaiannya masih 14 persen.

Sampai dengan bulan Agustus 2024, Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 41,41 triliun untuk pembangunan IKN.

Baca juga: Uji Coba Proving Flight Landasan Pacu Bandara IKN Sukses Digelar

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pos anggaran itu dibagi untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air, pembangunan jalan dan jembatan hingga perumahan.

Basuki menjelaskan total anggaran Rp 41,4 triliun itu kemudian dibagi dalam empat pos anggaran.

Pertama, untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air, dialokasikan dana sebesar Rp 1,54 triliun.

Kemudian melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR untuk pembangunan jalan dan Jembatan, alokasi dananya yang disediakan adalah sebesar Rp 18,91 triliun.

Baca juga: September 2024, Ada Groundbreaking ke-8 hingga Jokowi Pindah ke IKN

“Untuk pembangunan infrastruktur permukiman, dana yang disediakan sebesar Rp 8,05 triliun. Di antaranya untuk optimalisasi hunian pekerja di IKN dan pembangunan hunian vertikal bagi TNI Polri,” ungkap Basuki.

Ia menambahkan, dana pembangunan juga dialokasikan melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR sebesar Rp 12,91 triliun untuk penataan Sumbu Kebangsaan dan pembangunan Gedung Istana Garuda serta Istana Negara.

Hingga pertengahan Agustus 2024, terdapat enam infrastruktur IKN yang sudah tuntas pembangunannya dan diresmikan Presiden Joko Widodo Jokowi):

Baca juga: Pemerintah Siapkan Anggaran Ganti Rugi Lahan Proyek IKN Rp 140 Miliar

Berikut daftar lengkap enam infrastruktur yang diresmikan Jokowi

  1. Bendungan Sepaku Semoi senilai Rp 836 miliar
  2. Intake Sepaku senilai Rp 344 miliar
  3. Jembatan Pulau Balang senilai Rp 1,4 triliun
  4. Taman Kusuma Bangsa termasuk Beranda Nusantara dan Bukit Bendera senilai Rp 335 miliar
  5. Plaza Seremoni termasuk Visitor Center, Gallery UMKM, dan Forest Trail senilai Rp 381,7 miliar
  6. Embung MBH dan 13 embung lainnya di IKN senilai Rp 484 miliar

Daftar infrastruktur yang difungsikan sementara saat 17 Agustus 2024:

  1. Istana Negara
  2. Lapangan Upacara
  3. Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) I satu tower
  4. Kantor Kemenko II satu tower
  5. Kantor Kemenko III dua tower
  6. Kantor Kemenko IV tiga tower
  7. Rusun ASN 14 Tower
  8. Jalan Tol IKN Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau
  9. Jalan Tol IKN Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung
  10. Jalan Tol IKN Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang
  11. Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Timur
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau