Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teknologi Pemadatan Cerdas Dijajal di Ruas Jalan IKN

Kompas.com, 23 September 2024, 17:12 WIB
Muhdany Yusuf Laksono,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR melakukan uji coba penerapan Teknologi Pemadatan Cerdas pada pembangunan Jalan Seksi 6C-1 SP:3 ITCI Simpang 1B Sumbu Kebangsaan Timur, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2024).

Sekretaris Ditjen Bina Marga Budiamin menyampaikan, target kemantapan jalan nasional 97 persen sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Bina Marga Tahun 2020-2024 akan sulit untuk dicapai pada akhir tahun 2024.

"Sampai akhir tahun 2023 kemantapan jalan baru 93,57 persen sehingga diprediksi untuk akhir 2024 hanya sekitar 94 persen. Jadi ada gap kemantapan kurang lebih 3 persen," ujarnya dikutip dari laman Ditjen Bina Marga.

Menurut dia, pemicu tidak tercapainya kemantapan jalan nasional ada beberapa hal, antara lain penganggaran, Over Dimension Over Load (ODOL), hingga mualitas pekerjaan khususnya terkait pemadatan.

"Makanya kita akan mencoba dengan penerapan Teknologi Pemadatan Cerdas, sehingga kualitas pemadatan lebih baik, baik dari tingkat sisi pemadatan maupun keseragaman pemadatan di lapangan," imbuhnya.

Baca juga: Jalan Tol IKN Tuntas Juni 2025, Skema Lelang Operasional Disiapkan

Alat pemadatan ini sudah dilengkapi sensor untuk mengukur nilai kepadatan maupun jumlah lintasan, elevasi, dan terdapat pengukuran suhu pada aspal.

"Untuk itu dilakukan secara bertahap dulu tidak semua paket yang ada di kita digunakan nanti kedepannya sejalan dengan waktu kita harapkan alat pemadatan ini sudah bisa banyak juga diproduksi di Indonesia, " terangnya.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR melakukan uji coba penerapan Teknologi Pemadatan Cerdas pada pembangunan Jalan Seksi 6C-1 SP:3 ITCI Simpang 1B Sumbu Kebangsaan Timur, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Kamis (19/9/2024).Dok. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR melakukan uji coba penerapan Teknologi Pemadatan Cerdas pada pembangunan Jalan Seksi 6C-1 SP:3 ITCI Simpang 1B Sumbu Kebangsaan Timur, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Kamis (19/9/2024).
Teknologi Pemadatan Cerdas akan masuk dalam Spesifikasi Umum Jalan 2024 secara bertahap, untuk tahap awal pada jalan tol atau jalan non-tol yang jumlah jalurnya lebih dari empat.

Setelah itu ke depannya akan dievaluasi secara bertahap dan nantinya akan dilakukan juga untuk paket-paket pembangunan maupun preservasi jalan.

Kelebihan dengan Teknologi Pemadatan Cerdas bila dibandingkan dengan pemadatan konvensional yaitu tingkat pemadatan didapat secara real time serta dapat mengetahui keseragaman pemadatan.

Baca juga: IKN Dapat Kucuran Dana Rp 9,19 Triliun Tahun 2025, Ini Peruntukannya

Dengan kelebihannya tersebut, menurut Budiamin Teknologi Kepadatan Cerdas dapat menghemat biaya overpassing pemadatan, pengendalian mutu lebih terarah dan waktu pelaksanaan juga bisa lebih cepat.

"Karena itu saya berharap acara pilot project ini menjadi sarana bagi mensosialisasikan ketentuan dalam Rancangan Spesifikasi Umum terutama dalam penerapan pelaksanaan pemadatan konstruksi jalan menggunakan teknologi pemadatan cerdas sebelum diterbitkan," tutup Budiamin

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau