Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Basuki Paparkan Pembangunan Sektor Air IKN di AIWW Beijing

Kompas.com, 25 September 2024, 08:05 WIB
Masya Famely Ruhulessin,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di sektor air dalam Pembukaan Asia International Water Week (AIWW) ke-3, di Beijing, China, Selasa (24/09/2024).

Menurut Menteri Basuki, dalam pengelolaan air bersih, IKN juga mengadopsi konsep smart forest city.

Konsep ini memastikan bahwa infrastruktur dibangun untuk menjaga keseimbangan antara pasokan air, permintaan, dan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh bencana terkait iklim.

Dalam mewujudkan konsep smart forest city, 15 waduk kecil alami telah dibangun dan akan terintegrasi dan 4 embung di perbukitan hilir.

Baca juga: Teknologi Pemadatan Cerdas Dijajal di Ruas Jalan IKN

Tak sampai disitu, Daerah aliran sungai (DAS) akan dikelola melalui sistem operasi dan pemeliharaan yang cerdas.

“Untuk menjamin kebutuhan air di Nusantara dan kota-kota sekitarnya, transfer lintas DAS dari DAS Mahakam juga sedang dirancang. Untuk mengatasi kesenjangan pasokan air minum di Indonesia, kami juga telah berhasil membangun fasilitas SPAM di IKN,” papar Menteri Basuki seperti dikutip dari laman instagram Kementerian PUPR.

Menteri Basuki menjelaskan, sistem yang diterapkan akan menyediakan air yang melampaui standar kualitas minimum, dan menawarkan air dengan kualitas lebih tinggi daripada air kemasan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga menyampaikan Pemerintah Indonesia berkomitmen dalam melanjutkan kemitraan yang erat dengan negara-negara tetangga di Asia dan komunitas global.

Tujuannya tidak lain untuk menjembatani kesenjangan air serta berharap AIWW ke-3 akan mengkatalisis kolaborasi dan kerja sama yang lebih erat antar negara dan institusi global.

Baca juga: IKN Dapat Kucuran Dana Rp 9,19 Triliun Tahun 2025, Ini Peruntukannya

Perhelatan AIWW ke-3 ini juga dihadiri pula oleh Menteri Sumber Daya Air Tiongkok Li Guoying, Presiden Institute of Water Resource and Hydropower Research Tiongkok (IWHR) Peng Jing, Presiden Asia Water Council (AWC) Seogdae Yun, dan Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki komitmen yang sama terhadap agenda air global, yang berhasil diwujudkan melalui penyelenggaraan World Water Forum ke-10 pada 18-25 Mei 2024 di Bali, Indonesia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau