Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 27 September 2024, 06:53 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Belum genap dua tahun usia pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN), namun sudah banyak diminati investor yang berencana membangun hotel.

Bukan sembarang fasilitas penginapan, melainkan dengan klasifikasi berbintang. Bahkan beberapa di antaranya merupakan bintang lima, dan dikelola oleh jenama berjaringan global.

Sebut saja Marriott International yang akan membawa jenama-jenama popular seperti The Westin, Four Points by Sheraton, dan Tribute Portfolio by Marriott.

Baca juga: Investasi Swasta di IKN Ditopang Sektor Properti

Hotel-hotel berbintang ini dikembangkan oleh PT Pakuwon Jati Tbk. Pengembang yang dinakhodai Alexander Tedja ini membenamkan investasi senilai Rp 5 triliun.

Tak hanya hotel, mereka juga akan membesut pembangunan pusat perbelanjaan dalam satu kompleks kawasan serbaguna (mixed use) bernama Pakuwon Nusantara.

Jika kelak mewujud, kehadirannya akan mengiringi Swissôtel Nusantara yang telah lebih dulu ada, dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (13/92024).

Tak hanya mereka, akan menyusul kemudian hotel-hotel berbintang lainnya, baik yang dikelola oleh manajemen internasional maupun berbendera domestik.

Baca juga: Otorita Ultimatum Swasta, Batas Waktu Bangun Proyek 18 Bulan Sejak Groundbreaking

Dalam riset Kompas.com, total terdapat 13 proyek hotel yang telah dan akan dibangun hingga September 2024 ini.

Berikut daftar lengkap ke-13 hotel di IKN tersebut:

  1. Swissôtel Nusantara
  2. Vasanta Hotel
  3. The Westin
  4. Four Points by Sheraton
  5. Tribute Portfolio by Marriott
  6. Hotel Bintang 4 (belum bernama) di Nusantara Superblock 
  7. Qubika Nusantara Boutique Hotel
  8. Jambuluwuk Nusantara
  9. Grand Whiz Hotel
  10. Swiss-belhotel Nusantara
  11. Nusantara International Hotel and Convention Center
  12. Delonix Hotel Nusantara
  13. D'Prima Hotel Nusantara

Investasi perhotelan ini merupakan bagian dari investasi sektor swasta non-APBN yang hingga pelaksanaan ekskavator pertama atau groundbreaking ke-8 pada Rabu (25/9/2024), telah menembus angka Rp 53,5 triliun.

Plt Wakil Kepala Otorita IKN Raja Juli Anthoni mengatakan, penambahan investasi dari lima proyek baru pada groundbreaking ke-8 adalah sebesar Rp 1,5 triliun.

"Sampai groundbreaking ke-7 itu, (nilai investasi) Rp 52,2 triliun. Hari ini (Rabu, red), tambah Rp 1,5 triliun. Berarti Rp 53,5 triliun total investasinya. Di luar dana Bank Indonesia (BI) dan PSSI,” ungkap Raja Juli menjawab Kompas.com.

Raja Juli memerinci, investasi pada groundbreaking ke-8 IKN ini juga sektor properti sangat dominan.

Meliputi, pembangunan Australia Independent School Nusantara senilai Rp 150 miliar, Delonix Nusantara (Rp 500 miliar), Teras Hutan IKN by Plataran (Rp 15 miliar), Magnum Resort Nusantara (Rp 800 miliar) serta D’Prima Hotel Nusantara (Rp 100 miliar).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau