Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konstruksi Secepat Kilat, Rusun Polri-BIN di IKN Raih 3 Rekor Tercepat

Kompas.com, 1 Oktober 2024, 15:14 WIB
Muhdany Yusuf Laksono,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan rumah susun (Rusun) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Intelijen Negara (BIN) di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mencetak tiga rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Penyerahan Rekor Muri pada proyek pembangunan Rusun Polri dan BIN telah dilaksanakan di IKN pada Sabtu (28/9/2024).

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menjelaskan, pembangunan Rusun Polri dan BIN berhasil mencatatkan tiga rekor, yakni Topping Off Tower Hunian Tercepat (tower 1 Polri diselesaikan pada 1 Maret 2024), Pemasangan Instalasi Lift Tercepat di Tower Hunian (Tower 1 POLRI diselesaikan pada 26 Juli 2024), serta Pemasangan Instalasi Gas Tercepat di Tower Hunian (Tower 1 BIN diselesaikan pada 10 Agustus 2024).

Pencapaian rekor ini didasari pada kecepatan dan kualitas proses konstruksi, terutama dalam penyelesaian pekerjaan struktur bangunan dan instalasi mekanikal elektrikal.

"Proses tersebut didukung dengan penerapan teknologi konstruksi, sehingga dapat memecahkan rekor waktu pengerjaan tercepat," ujar Iwan.

Baca juga: Rusun ASN Skema KPBU di IKN Groundbreaking 2025, Diikuti 3 Perusahaan

Menurut dia, setiap penugasan dalam pembangunan infrastruktur perumahan pasti akan menghadapi tantangan baik dari segi biaya, waktu hingga kesulitan lainnya.

Namun demikian, kualitas dan mutu bangunan sebisa mungkin harus dilaksanakan dengan baik serta menggunakan teknologi sehingga proses pembangunan di lapangan bisa dilaksanakan dalam waktu cepat.

"Rekor Muri dalam pembangunan Rusun Polri dan BIN di IKN bukan sekadar capaian prestasi tapi lebih dari merupakan upaya terus menerus dalam melakukan inovasi dalam melaksanakan Pembangunan infrastruktur perumahan," tuturnya.

Iwan pun turut memberikan apresiasi kepada kontraktor pelaksana atas raihan prestasi Rekor Muri dalam pembangunan rusun ini.

"Dalam Pembangunan ini pihak kontraktor telah berhasil membuktikan pemasangfan lift tercepat serta berkolaborasi baik PGN akhirnya gas terpasang dengan baik di tower ini," katanya.

Kepala Balai P2P Kalimantan II Anggoro Putro menambahkan, Rusun Polri di IKN dibangun sebanyak empat tower masing-masing setinggi 12 lantai. Sedangkan Rusun BIN dibangun tiga tower masing-masing 12 lantai.

Beberapa fasilitas yang ada di kawasan Rusun tersebut antara lain lapangan tembak, kolam renang, jogging track, pos jaga serta lapangan multifungsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau