Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Plaza Seremoni dan Istana Garuda, 2 Destinasi Kunjungan Favorit di IKN

Kompas.com, 1 Oktober 2024, 09:33 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Plaza Seremoni dan Istana (Garuda-Negara) merupakan dua destinasi kunjungan favorit masyarakat di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN (OIKN) Mohammed Ali Berawi mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, Senin (30/9/2024).

"Iya, Plaza Seremoni, dua istana yakni Istana Garuda dan Istana Negara jadi destinasi favorit masyarakat selama IKN dibuka untuk umum sejak Senin (16/9/2024)," ujar Ale.

Selama tiga pekan sejak Senin (16/9/2024) hingga Senin (30/9/2024), jumlah kunjungan ke IKN menembus angka 23.000 orang.

Baca juga: Aplikasi IKN iKnow Telah Diunduh 47.000 Orang

Mereka mendaftar akun dan reservasi tiket melalui aplikasi iKnow pada gawai pintar masing-masing baik PlayStore maupun AppStore yang telah diundung sebanyak 47.000 orang.

Plaza Seremoni sendiri merupakan terletak tepat di depan Istana Negara dan Istana Presiden, lapangan yang dirancang dengan kapasitas sekitar 8.000 orang.

Plaza Seremoni menyimpan makna yang mendalam yaitu menggambarkan semangat juang masyarakat Indonesia yang tidak pernah padam untuk terus mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Di dalam Plaza Seremoni terdapat bangunan yang difungsikan sebagai Visitor Center, di mana para pengunjung bisa mendapatkan informasi yang diperlukan ketika berkunjung ke IKN.

Selain sebagai Visitor Center, bangunan tersebut juga berfungsi sebagai Sentra UMKM, yang akan memfasilitasi para pelaku UMKM lokal yang berada di sekitar kawasan IKN.

Istana Negara di Kompleks Istana Kepresidenan Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Istana Negara di Kompleks Istana Kepresidenan Ibu Kota Nusantara (IKN)
Istana Negara

Istana Negara IKN merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfungsi sebagai kantor Presiden Republik Indonesia.

Istana Negara IKN dirancag dengan luas bangunan 56.000 meter persegi dalam 3 lantai setinggi 40 meter.

Dibangun dengan menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM) yang bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi dan ketepatan waktu.

Pembangunan gedung ini juga mengusung bentuk Garuda sebagai desain bangunan, serta menerapkan konsep smart green building untuk mewujudkan Istana Negara yang ramah lingkungan.

Bagian depan Istana Negara ditopang oleh 34 pilar raksasa bersentuhan akhir marmer white tassos.

Terdapat lambang negara Burung Garuda ukuran besar diletakkan tepat di bagian tengah atas dari fasad Istana Negara.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau