Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setelah Diana dan Raja Juli, Giliran AHY Tegaskan IKN Lanjut

Kompas.com, 23 Oktober 2024, 14:57 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dilanjutkan.

Hal ini disampaikannya dalam kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, pada Rabu (23/10/2024).

"Bapak Presiden Prabowo juga tentu ingin bisa melanjutkan pembangunan IKN ini," ujar AHY.

Akan tetapi tidak dipungkiri bakal ada penyesuaian rencana kerja pemerintahan baru, yang bisa jadi berbeda dengan kabinet sebelumnya.

Baca juga: Respons Kabinet Merah Putih, DPOP Balikpapan Bentuk Bidang Baru

"Jadi saya mengatakan, ini akan dilanjutkan, tetapi tentu akan disesuaikan terutama budgeting-nya harus diketahui berapa budget yang dialokasikan untuk melanjutkan proyek-proyek di IKN," lanjutnya.

AHY juga mengatakan, fokus proyek IKN saat ini adalah membangun ekosistem legislatif dan yudikatif. Sementara kawasan bisnis sinyalnya tidak begitu menjadi prioritas dalam waktu dekat.

"Ini yang paling tidak, yang saya dengar langsung arahan beliau (Prabowo) ke depan itu, utamakan itu dulu sebelum dikembangkan atau diperluas untuk fungsi-fungsi lainnya, pemerintahan maupun fungsi bisnis lainnya," tuturnya.

Baca juga: Menanti Nasib Empat Gedung Kemenko IKN Era Kabinet Gemuk Prabowo

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang mengungkapkan Prabowo memiliki komitmen kuat untuk membangun IKN.

"Insya Allah. Pak Prabowo memiliki komitmen yang kuat untuk pembangunan IKN," kata Raja di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2024).

Menurutnya, komitmen pembangunan IKN sudah sering disampaikan Prabowo.

"Beliau sudah berkali-kali menyampaikan akan meneruskan, bahkan akan menuntaskan," imbuhnya.

Selain Raja Juli, ada Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti yang beberapa kali menegaskan bahwa pembangunan IKN harus dilanjutkan.

Baca juga: IKN Berlanjut atau Tidak, Sih? Diana dan Raja Juli Kompak Jawab Ini

"Insya Allah ada," ucap Diana saat ditemui usai Upacara Serah Terima Jabatan di kantornya, Jakarta, Senin (21/10/2024).

Diana bahkan mengisyaratkan bahwa Prabowo juga telah menyatakan komitmennya untuk melanjutkan IKN.

"IKN kan harus dilanjutkan, kita selesaikan dan nanti segera dimanfaatkan, kan kemarin sudah disampaikan beliau (Prabowo), melanjutkan," tegas Diana.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau