Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sisi Lain IKN, 50-100 Orang Per Bulan Dipulangkan karena Minim Keahlian

Kompas.com, 29 Oktober 2024, 20:09 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, yang demikian masif, menarik minat banyak kalangan.

Termasuk pendatang yang tak memiliki keahlian atau kemampuan individu untuk bersaing mendapatkan pekerjaan.

Selain minim keahlian, mereka yang telantar ini kebanyakan gagal bekerja atau memulai usaha sehingga tidak memiliki modal untuk kembali ke kampung halaman.

Akibatnya, mereka menjadi pemulung, menggelandang, atau telantar membebani secara sosial kota-kota penyangga IKN seperti Balikpapan. 

Baca juga: Balikpapan Jelang Pilkada 2024, 536.475 Surat Suara Mulai Disortir

Setiap bulan, terdapat sekitar 50 hingga 100 pendatang yang tak memiliki keahlian, dipulangkan ke daerah asal.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi permasalahan sosial agar tidak makin meluas, Dinas Sosial Kota Balikpapan mempercepat pembangunan rumah singgah.

Saat ini, progres pembangunan fisik rumah singgah yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan tersebut sudah mencapai level 50 persen.

kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Edi Gunawan menuturkan, anggaran untuk membangun rumah singgah yang berlokasi di Jalan Milono, Gunung Pasir, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, ini sepenuhnya berasal dari APBD Kota Balikpapan.

"Sebelumnya, rumah singgah ini merupakan panti asuhan Manuntung yang kemudian diperbaiki agar memenuhi syarat. Standar-nya untuk rumah singgah itu ada tempat tidur, lemari, tempat kunjungan, dan tempat pendampingan," jelas Edi, Selasa (29/10/2024).

Edi menjelaskan, pembangunan rumah singgah ini terus dikebut mengingat Kota Balikpapan merupakan salah satu pintu gerbang di Kalimantan Timur, dan beranda IKN.

Baca juga: Daftar Perumahan Murah di Sekitar IKN, Harga di Bawah Rp 200 Juta

"Kami kebut itu agar kami bisa menampung sementara bila ada yang terlantar ataupun pendatang," ungkapnya.

Edi menjelaskan bila telantar maka akan dikembalikan ke daerah asal melalui bantuan dana baik dari paguyuban, organisasi sosial, maupun dari Dinas Sosial Kota dan Provinsi.

"Anggarannya tidak banyak tapi mencukupi, dan paguyuban serta organisasi itu masuk pihak ketiga yang membantu," jelasnya.

Sejauh ini, kata Edi sebagai beranda IKN, Dinas Sosial sudah menampung dan memulangkan kembali banyak pendatang yang telantar,.

"Kami juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk memulangkan, misalkan waktu itu ada yang lumpuh maka kami siapkan kursi rodanya sampai kemarin kami serahkan kembali ke Dinsos daerah asalnya," cetusnya.

Baca juga: Bagi Prabowo, IKN Merupakan Ibu Kota Politik

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau