Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 31 Oktober 2024, 07:08 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Menyusul rencana perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan mulai Januari 2025, pembangunan Gedung Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus dikerjakan secara intensif.

Pembangunan Kantor OIKN merupakan prioritas yang harus dituntaskan pekerjaannya agar dapat digunakan pada akhir Desember 2024.

Sekretaris OIKN Bimo Adi Nursanthyasto mengungkapkan Otorita berkantor di IKN pada akhir Desember ini.

Baca juga: Kuartal I Tahun 2025, Pembangunan Al Azhar Summarecon di IKN Dimulai

Hal itu menyusul adanya beberapa kantor yang sudah selesai dibangun di IKN dan siap digunakan menjadi kantor.

“Kalau kantor, mudah-mudahan nanti akhir Desember ini sudah ada di sana,” ujarnya usai melakukan rapat bersama DPR di Jakarta, Rabu (30/10/2024).

Sementara, Plt Deputi Sarana dan Prasarana OIKN sekaligus Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga mengungkapkan, saat ini perkembangan fisik konstruksi Gedung Kantor OIKN sudah mencapai level 80 persen.

"Gedung OIKN ini juga sekaligus mendukung terciptanya ekosistem perkantoran di IKN," ujar Danis.

Hal senada dikatakan Direktur Arsitektur Alien DC Aditya W Fitrianto yang menyelesaikan proses rancang dan bangun Gedung Kantor OIKN.

Baca juga: Otorita Beri Sinyal Ada Groundbreaking IKN Akhir Tahun 2024

"Proyek ini terus dikerjakan untuk mengejar target penyelesaian," imbuh Aditya.

Aditya menjelaskan, Gedung Kantor OIKN dirancang sebagai pusat pengelolaan dan pelayanan untuk seluruh kawasan IKN.

Berlokasi di jantung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yaitu dekat dengan Titik Nol Nusantara dan dalam satu garis aksis kebangsan sehingga berhadapan (secara tidak langsung) dengan Istana Nusantara.

Gedung Kantor OIKN berbentuk membulat sebagai simbol pusat dan tetap berbasis pada konsep Nagara Rimba Nusa, seperti facade berlapis (second skin) dan juga facade hijau dan ruang hijau (green roof n plaza).

Aditya mengungkapkan, basic design Gedung Kantor OIKN dirancang oleh Konsultan Arsitek Urbane asal Bandung.

Selain Gedung Kantor OIKN, gedung-gedung lainnya yang mendukung ekosistem pemerintahan dan ditargetkan tuntas antara lain Gedung Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko), Istana Presiden, Istana Negara, dan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau