Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Siapa bilang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melambat? Otorita IKN tetap mengerjakan proyek strategis Nasional ini dengan semangat tinggi.
Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN yang juga Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN Danis Hidayat Sumadilaga menegaskan hal itu secara eksklusif kepada Kompas.com, Senin (9/12/2024).
Baca juga: UPDATE IKN: Progres 61,7 Persen, Habiskan APBN Rp 89 Triliun
"Tidak melambat, kami masih mengerjakan penyelesaian pembangunan IKN dengan semangat dan sesuai target yang telah ditetapkan," ujar Danis.
Bahkan, untuk mengejar target tersebut, terutama penyelesaian ekosistem perkantoran eksekutif, pekerja konstruksi yang dikerahkan saat ini mencapai 26.189 orang.
Menurut Danis, tak ada kendala berarti yang dihadapi dalam melakukan akselerasi pembangunan IKN.
Tantangan hanya berupa hal-hal teknis seperti clash antar pekerjaan, dan kendala pembebasan lahan.
Optimisme dan semangat serupa dikemukakan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti.
Baca juga: Istana Garuda hingga Kantor Kemenko IKN Segera Diresmikan
"Kami tetap semangat untuk menyesaikan IKN, alokasi anggarannya pun tetap ada juga di Kementerian untuk melanjutkan infrastrukturnya. Persiapan untuk pemindahan ke IKN juga sudah mulai kita lakukan dari sekarang," kata Diana dalam Rapat Strategi Re-Introduksi IKN di Kantor Otorita IKN (OIKN), Jakarta, Senin (9/12/2024).
Diana juga memastikan kesiapan infrastruktur dasar di IKN dalam rangka pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada awal tahun 2025 dan rencana pemindahan ibu kota negara pada tahun 2028.
Tower Rusun ASN 2 di Ibu Kota Nusantara (IKN)Presiden Prabowo juga berencana untuk mulai berkantor di IKN pada 17 Agustus 2028.
Baca juga: Basuki Minta Rp 8,1 Triliun ke Sri Mulyani buat Otorita IKN
Di sisi lain, Kementerian PU telah mengusulkan beberapa infrastruktur yang ditargetkan selesai pada Desember 2024 ini untuk dapat diresmikan segera.
Infrastruktur tersebut di antaranya Istana Garuda, Kantor Sekretariat Negara, serta Gedung dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator.
"Selain pembangunan infrastruktur, kami juga tetap memprioritaskan pemelihaaran dan perawatan terutama pada pengelolaan air minum, listrik dan sanitasinya. Karena kita harus memastikan ASN dan warga lainnya yang pindah ke IKN merasa nyaman tinggal di sana," tutur Diana.
Hingga kini, progres pembangunan infrastruktur di IKN oleh Kementerian PU mencapai 61,7 persen, yang mencakup 109 paket dengan serapan APBN senilai Rp 89 triliun.
Baca juga: Raksasa Jepang Sojitz Ikut Groundbreaking Ke-9 IKN, Bangun Perumahan
Rinciannya Batch I (terkontrak 2020-Maret 2023) sebantak 40 paket dengan nilai Rp 25,1 triliun, progresnya 95,8 persen.
Kemudian Batch II (terkontrak April 2023-November 2023) sebanyak 31 paket yang menghabiskan Rp 27,6 triliun dengan progres 75,1 persen.
Baca juga: Istana Garuda hingga Kantor Kemenko IKN Segera Diresmikan Selanjutnya, Batch III (terkontrak Desember 2023-2024) sebanyak 38 paket senilai Rp 36,2 triliun dengan progres mencapai 27,9 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang