Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10, Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 17/AD, digelar di Grand City, Balikpapan, Minggu (15/12/2024).
Kegiatan olahraga lari ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat Kodam VI Mulawarman, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum.
Danyonzipur 17/AD Letkol Czi Satriady Prabowo menuturkan, Ananta Run merupakan wujud nyata sinergi dan keharmonisan antara TNI dengan masyarakat melalui olahraga yang sehat dan inklusif.
Baca juga: Deklarasi Djuanda dan Transformasi Indonesia dari Laut ke Ibu Kota Nusantara
"Ananta Run bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga simbol solidaritas antara TNI dan masyarakat. Terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua pihak," ujar Satriady.
Satriady menambahkan, melalui Ananta Run, Yonzipur 17/AD kembali menunjukkan dedikasinya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkokoh sinergi, serta memupuk semangat persatuan demi Indonesia yang lebih sehat dan harmonis.
Semarak dan keberhasilan acara ini diharapkan menjadi inspirasi untuk melanjutkan tradisi baik ini pada tahun-tahun mendatang.
"Kami berharap, acara ini dapat semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat," tuntas Satriady.
Ananta Run dibuka tepat pukul 06.30 WITA dengan melombakan dua kategori utama yakni 5K dan 10K melalui rute menantang yang dirancang untuk memberikan pengalaman berlari yang
Baca juga: Peran Komcad Kodam VI/Mulawarman Jadi Mata dan Telinga di Perbatasan
menyenangkan. Peserta terlihat antusias menikmati setiap langkah di sepanjang lintasan yang menyuguhkan pemandangan khas kota Balikpapan.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah menarik untuk para pemenang, termasuk medali, uang tunai, serta berbagai doorprize.
Salah satu peserta dari masyarakat umum, Muntik Asmani, memerikan kesannya, bahwa kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan.
"Saya berharap Ananta Run bisa terus diadakan setiap tahun," ujar Muntik.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.