Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) tak lama lagi menjelang. Sejumlah persiapan pengamanan terus dimatangkan. Termasuk di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Sebanyak 1.517 gereja menjadi target pengamanan Operasi Lilin Mahakam 2024. Selain tempat ibadah, pengamanan juga dilakukan di 18 terminal, 87 pelabuhan, 9 bandara, dan 109 pusat perbelanjaan di seluruh wilayah Kaltim.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, untuk pengamanan tersebut tentu butuh langkah strategis mulai dari pengamanan tempat ibadah, hingga pengaturan lalu lintas.
Baca juga: Tak Sepopuler Bali, Kepulauan Derawan Kaltim Perlu Dilengkapi 3A+2P
"Kemudian antisipasi potensi gangguan keamanan, serta kesiapan personel gabungan dalam mengawal kelancaran kegiatan masyarakat selama periode liburan akhir tahun," ujar Nanang saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) lintas sektor, di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Kamis (19/12/2024).
Pengamanan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ini memerlukan kolaborasi antar-instansi guna menciptakan keamanan, ketertiban, dan kelancaran di seluruh wilayah Kaltim.
Kolaborasi, sinergi, dan koordinasi menjadi kunci penting agar perayaan Nataru berjalan dengan aman, nyaman, tertib, lancar, dan kondusif.
Oleh sebab itu, dalam rakor tersebut hadir sejumlah instansi baik Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltim, seperti Kapolresta atau Kapolres dan jajaran beserta PJU dan Kapolsek di wilayah masing-masing.
Selain itu, turut hadir juga perwakilan Kodam VI/Mulawarman, Pemerintah Provinsi Kaltim, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan unsur Muspida terkait.
Wakapolda Kaltim Brigjen Pol M Sabilul Alif memberikan arahan teknis kepada jajaran Polresta ataupun Polres agar seluruh Kapolsek turut hadir dan melibatkan perangkat wilayah masing-masing dalam merumuskan langkah pengamanan secara komprehensif.
Sabilul berharap, melalui rakorda ini seluruh pihak yang terlibat dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga pengamanan dapat berjalan efektif dan masyarakat dapat merayakan Nataru tanpa gangguan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.