Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Kalimantan Timur (Kaltim) dengan kekayaan alam yang dimilikinya, memiliki potensi pariwisata yang cukup besar.
Salah satu obyek wisata terkenal di Kaltim adalah Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau.
Kendati tidak kalah indah dengan Bali, Lombok, ataupun Labuan Bajo, namun popularitas Kepulauan Derawan masih kalah jauh dibanding ketiga destinasi wisata itu.
Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan dari atraksi, amenitas, aksesibilitas, plus pelaku wisata, dan promosi (3A+2P) dalam pengembangan pariwisata Kaltim.
Baca juga: Bandara SAMS Sepinggan Kembali Jadi Bandara Sehat 2024
Dari sisi aksesibilitas, beberapa tantangan perlu mendapatkan perhatian ekstra. Sebut saja lokasi yang relatif sulit dijangkau, kualitas infrastruktur konektivitas yang masih perlu dioptimalkan.
Selain itu, terdapat keterbatasan sarana prasarana transportasi di lokasi obyek wisata yang membuat tingkat kunjungan tidak optimal.
Sementara dari sisi amenitas, jumlah akomodasi atau penginapan berstandar internasional di sekitar lokasi obek wisata juga relatif terbatas.
Sedangkan dari sisi pelaku wisata, Kaltim masih dihadapkan oleh minimnya jumlah sekolah vokasi pariwisata. Dengan demikian, sumber daya manusia (SDM) pariwisata pun terbatas jumlahnya.
Baca juga: BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Positif 5-6 Persen
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim Budi Widihartanto menuturkan, untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi sejumlah tantangan di atas, BI sejatinya telah melakukan beberapa upaya.
"Antara lain pembuatan cetak biru atau blueprint pariwisata Kaltim yang terintegrasi dan berkelanjutan," ungkap Budi kepada Kompas.com, Rabu (11/12/2024).
Cetak biru ini mencakup kapasitas SDM, ketersediaan dan kesiapan infrastruktur, serta transportasi yang terjangkau dengan waktu tempuh relatif singkat.
Kemudian alokasi APBD sesuai tahapan dalam cetak biru, pengembangan UMKM rantai pasok baik kuliner, kriya, wastra, pokdarwis, serta pusat pengembangan ekonomi kreatif.
Lebih lanjut, dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata tersebut, BI Kaltim memiliki program pengembangan UMKM dan Pokdarwis.
Baca juga: Konstruksi, Akmamin, dan Transgud, Peluang yang Bisa Ditingkatkan Kaltim dari IKN
Program tersebut diwujudkan dalam bentuk pelatihan UMKM wastra dan kriya, bantuan sarana pendukung pariwisata, dan menggelar forum dan rekomendasi pengembangan pariwisata Kaltim.
"Selain itu, kami juga memberikan fasilitas, pendampingan, dan capacity building kepada Pokdarwis, serta pengembangan makanan khas daerah pendukung pariwisata," tuntas Budi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang