Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Otorita Jamin Kepastian Investasi KPBU China-Malaysia di IKN

Kompas.com, 18 April 2025, 21:33 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmen untuk memberikan kepastian bagi investor yang terlibat dalam proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di IKN.

Komitmen ini diwujudkan melalui skema penjaminan bersama (co-guarantee) antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Struktur penjaminan ini dirancang untuk memastikan kewajiban Otorita IKN dalam perjanjian KPBU terlindungi dan dapat dilaksanakan sesuai kontrak.

Baca juga: Viral Teks Dummy Lorem Ipsum di Tugu Titik Nol Kilometer IKN, Ini Kata Otorita

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan, dengan penjaminan ini tidak ada lagi keraguan untuk berinvestasi di IKN.

"Kami menjamin proyek ini tidak akan terhenti di tengah jalan, dan Kementerian Keuangan juga memberikan persetujuan,” tegas Basuki dalam pertemuan resmi dengan Konsorsium China Harbour Engineering Co. Ltd. (CHEC)-IJM Malaysia, Rabu (16/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Konsorsium CHEC-IJM mengajukan pertanyaan terkait struktur penjaminan proyek KPBU, khususnya mengenai perlindungan terhadap risiko jangka panjang.

Hingga kini, Konsorsium CHEC-IJM tengah menggarap proyek pembangunan 20 Tower Hunian ASN (1.058 unit) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Sub Wilayah Perencanaan (SWP)-1B, serta proyek Jalan dan Multi Utility Tunnel (MUT) sepanjang 26,87 kilometer di KIPP SWP-1C.

Baca juga: 1.500 Pekerja Telah Kembali ke IKN, Pembangunan Berlanjut

Basuki menegaskan Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian PU, memiliki pengalaman panjang dalam proyek KPBU tanpa pernah melakukan terminasi.

“Sebelum pre-qualification atau procurement proyek KPBU, Otorita IKN wajib mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Hasil diskusi tersebut meningkatkan keyakinan CHEC untuk melanjutkan investasi di IKN.

Vice President CHEC Liu Baohe menyatakan keyakinannya untuk memulai investasi jangka panjang di IKN.

“Kunjungan kami kali ini monumental. Kami semakin yakin untuk memulai investasi jangka panjang di IKN. Proyek KPBU ini menjadi salah satu prioritas investasi konsorsium pada tahun ini," imbuh Liu.

Baca juga: Proyek Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Dilelang Mei 2025

Otorita IKN menyambut baik antusiasme CHEC dan melihat pertemuan ini sebagai cerminan minat global terhadap pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah menuju kerja sama yang transparan, berkelanjutan, dan saling menguntungkan, sekaligus memperkuat posisi IKN sebagai destinasi investasi strategis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau