Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 17 Juni 2025, 09:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Posisi strategis Jawa Timur semakin diperhitungkan dalam peta pembangunan nasional.

Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, Provinsi Jawa Timur didorong untuk menjadi Gerbang Nusantara Baru, yaitu pusat ekonomi dan logistik yang krusial, terutama bagi wilayah timur Indonesia termasuk IKN itu sendiri.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya peran Bank UMKM dalam mengawal visi ini.

Baca juga: Sengkarut Kewenangan IKN dan Daerah Mitra: DPRD PPU Bertemu Otorita

"Tentu kita ingin Bank UMKM dikelola secara baik, profesional, dan aman. Terutama untuk ikut mengawal Jawa Timur sebagai Gerbang Nusantara Baru," katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024 Bank UMKM di Surabaya, Senin (16/6/2025).

Pernyataan tersebut disambut baik oleh Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya, yang menegaskan kesiapan pihaknya mengawal seluruh program Pemerintah Provinsi, termasuk menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Nusantara Baru.

Irwan menuturkan, salah satu upaya konkret untuk mendukung langkah besar ini adalah dengan memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM.

Langkah ini dinilai akan membawa efek domino yang luar biasa bagi perekonomian daerah.

Baca juga: Dukung Penuh, Jakarta Siap Jadi Pionir Pembangunan IKN

Apabila UMKM bergerak, dampaknya akan sangat signifikan: terciptanya lapangan pekerjaan baru dan kemudahan bagi produk-produk lokal untuk menembus pasar provinsi lain, bahkan hingga ke mancanegara.

"Ini memudahkan pelaku-pelaku UMKM yang mempunyai produk-produk bisa diakses ke provinsi lain seperti kelapa, daging, telur," ujarnya superit diwartakan Antara.

Menembus Batas Wilayah

Dukungan terhadap UMKM di Jawa Timur semakin diperkuat dengan adanya program misi dagang dari Pemerintah Provinsi.

Program ini membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk memperluas pangsa pasar mereka ke luar pulau.

Baca juga: Ganti Rugi Lahan Bandara VVIP IKN, Warga Terima Sertifikat Reforma Agraria

Contoh nyata adalah potensi besar untuk memasok kebutuhan seperti daging dan telur ayam ke wilayah seperti Maluku Utara, yang menghadapi tantangan dalam produksi lokal karena minimnya peternak.

"Dengan adanya Gerbang Baru Nusantara ini sangat membantu kami untuk mendorong UMKM kita untuk bisa berkembang selain di Jawa Timur, berkembang sampai di luar provinsi yang lain," kata Irwan.

Ini menunjukkan bagaimana sinergi antara kebijakan daerah dan dukungan perbankan dapat menciptakan dampak ekonomi yang melampaui batas geografis provinsi.

Adapun komitmen Bank UMKM dalam mendukung perekonomian daerah tidak main-main.

Baca juga: Training Center PSSI di IKN Sabet Penghargaan FIFA

Sejauh ini, penyaluran kredit Bank UMKM mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai Rp 2,88 triliun.

Mayoritas dari dana tersebut, tepatnya 91,95 persen, disalurkan kepada sektor produktif, terutama untuk pelaku UMKM di Jawa Timur, baik sebagai modal kerja maupun investasi.

"Ini menunjukkan komitmen BPR Jatim sebagai BUMD yang berperan aktif dalam mendukung perekonomian daerah," ujar Irwan.

Angka ini menjadi bukti nyata bagaimana sektor perbankan daerah berperan vital dalam menjaga denyut ekonomi mikro dan kecil, sekaligus menyiapkan Jawa Timur untuk menjadi penopang utama IKN dan simpul logistik bagi kemajuan Indonesia bagian timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau