Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

25.000 Orang Berkegiatan Tiap Hari di IKN, Investor Kakap Pun Kepincut

Kompas.com, 3 Agustus 2025, 16:41 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menunjukkan geliatnya sebagai pusat peradaban baru.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengungkapkan data menarik yang menjadi daya tarik utama bagi investor.

Saat ini, IKN sudah dihuni oleh sekitar 1.200 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 5.000 pekerja konstruksi.

Baca juga: Konglomerat Artha Graha Lirik IKN, Ini Sektor yang Paling Diincar

"Jika kegiatan baru dimulai, bisa mencapai 25.000 orang. Selain itu, ada ribuan turis lokal yang datang setiap harinya, serta kunjungan rutin dari tamu-tamu pemerintah," jelas Bimo, dikutip Kompas.com, Minggu (3/8/2025).

Tentu saja, hal ini menarik investor-investor besar untuk mempertimbangkan IKN sebagai arena ekspansi bisnis mereka.

Potensi Menjanjikan

Satu di antaranya adalah konglomerasi Artha Graham Network. Mereka bertemu Kepala Otorita IKN dan jajarannya sekaligus menjadi bukti bahwa visi kota masa depan ini mulai menarik perhatian investor strategis.

Pertemuan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada potensi pasar yang menjanjikan, di mana ribuan orang sudah berkegiatan setiap hari.

Baca juga: Diaspora Dunia Ramai-Ramai Dukung IKN, Resmi Gelar Kongres Ke-8

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan pembangunan. Beliau menyatakan, tidak akan ada moratorium, sebaliknya, pembangunan justru dipercepat.

"Presiden Prabowo memerintahkan agar pembangunan Yudikatif dan Legislatif segera diselesaikan dalam tiga tahun," cetus Basuki.

Saat ini, fokus pembangunan berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Dengan landasan hukum yang kuat dan anggaran yang sudah disiapkan, pemerintah menjamin proyek IKN adalah prioritas nasional yang terus berjalan.

Baca juga: Di IKN, Mendag Janji Bantu Agregator Diaspora-Preneur Tembus Pasar Dunia

Hal ini memberikan kepastian bagi para investor bahwa IKN adalah tempat yang aman untuk berinvestasi.

Lirik Sektor Hospitality dan F&B

Perwakilan Artha Graha Network, Michael Iskandar, secara khusus menyatakan ketertarikannya pada potensi di sektor hospitality (perhotelan) dan food & beverage (FnB). Hal ini sejalan dengan kebutuhan IKN saat ini.

Baca juga: Diaspora Dunia dan Pemerintah Bahas Nasib Pekerja Migran di IKN

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menjelaskan bahwa untuk menciptakan ekosistem yang optimal, IKN membutuhkan crowd, tempat-tempat keramaian, dan fasilitas lifestyle seperti sarana olahraga.

Tujuannya bukan hanya memindahkan orang, tetapi juga menciptakan kenyamanan agar mereka betah tinggal.

Terkait hal ini, Roi yakin, pengelolaan aset seperti di kawasan SCBD Jakarta bisa diterapkan di IKN melalui kerja sama business-to-business (B2B) yang menjanjikan.

Baca juga: Anggota MPR dan Diaspora Diminta Jadi Duta IKN di Luar Negeri

Dengan target populasi yang terus bertumbuh, ditambah relokasi awal 3.500 ASN dari 16 kementerian/lembaga, IKN hadir sebagai laboratorium hidup bagi model kota masa depan.

Investasi di IKN bukan hanya soal pembangunan, melainkan juga bagian dari membentuk peradaban baru yang tangguh, modern, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau