Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Insiden kebakaran yang melanda Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Satu Tower 14 di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu (1/10/2025) mulai terkuak.
Fokus penyelidikan kini mengarah pada satu titik yakni Kamar 307 di lantai tiga, yang diduga menjadi sumber awal kobaran api yang menghanguskan total 24 kamar (Otorita IKN menyebutkan 28 kamar) di lantai 3 dan 4.
Baca juga: HPK IKN Terbakar, Ujian Standar Keselamatan Proyek Terbesar Negara
Namun, di balik sumber titik api ini, muncul isu yang lebih krusial yakni penemuan barang-barang elektronik terlarang milik pekerja di dalam HPK.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang pengawasan dan kepatuhan standar keselamatan di proyek strategis negara.
Diwartakan Antara, Jumat (3/10/2025), Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Penajam Paser Utara, AKP Dian Kusnawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, sumber api diduga kuat berasal dari Kamar 307.
Penyelidikan lebih lanjut oleh tim gabungan Polres Penajam Paser Utara dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya menemukan temuan mengkhawatirkan.
Baca juga: 608 Pekerja Terdampak Kebakaran HPK IKN Garap Rusun TNI
"Hasil penyelidikan sementara, ditemukan barang-barang elektronik seperti pemanas air dan lainnya diduga milik pekerja yang menghuni HPK Satu Tower 14 IKN, dan barang-barang elektronik semacam itu dilarang digunakan dalam HPK," ungkap Dian.
Larangan penggunaan alat elektronik tertentu (seperti pemanas air atau kompor listrik) di dalam HPK adalah standar keselamatan umum untuk mencegah overload listrik dan risiko kebakaran.
Fakta bahwa larangan tersebut tertulis dan ditempel di setiap lantai menunjukkan adanya unsur kelalaian dan ketidakpatuhan yang serius dari penghuni.
Kebakaran yang menyebabkan kerusakan berat di 28 kamar dan memaksa 608 pekerja dievakuasi ke Tower Bengkirai dan Tower Flamboyan ini telah menimbulkan guncangan pada manajemen proyek IKN.
Baca juga: Kelangkaan Air Mengancam IKN, Ini yang Harus Dilakukan Otorita
Meskipun saat kejadian seluruh pekerja sedang berada di lokasi proyek, sehingga tidak ada korban jiwa, insiden ini menjadi refleksi kritis.
Saat ini, Tim Labfor Surabaya sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam, dengan garis polisi sudah terpasang.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.