Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Balikpapan Beranda IKN Hadapi Masalah Kabel Bergelantungan, DPRD Desak Penataan

Kompas.com, 15 Oktober 2025, 20:20 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Balikpapan, Kalimantan Timur, kota minyak yang tengah berbenah diri sebagai Beranda Ibu Kota Nusantara (IKN), kini menghadapi masalah visual yang mencoreng citra modernitasnya.

Ratusan kabel udara masih bergelantungan tak beraturan, menumpuk di tiang-tiang, dan menyerupai 'jejaring laba-laba' raksasa di sepanjang langit kota.

Pemandangan kumuh ini memicu sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan.

Baca juga: Okupansi Hotel di Beranda IKN Balikpapan 30 Persen, Tak Ada PHK

Komisi III DPRD mendesak agar penataan kabel segera dilakukan, terutama oleh perusahaan penyedia layanan telekomunikasi, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang dinilai paling bertanggung jawab.

Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Ari Sanda, menegaskan bahwa penumpukan kabel yang tak terpakai telah merusak estetika kota secara fundamental.

“Kami ingin Balikpapan tampil sebagai kota modern, tapi bagaimana bisa kalau langitnya saja masih penuh kabel begitu,” ujar Ari, Rabu (15/10/2025).

Selain mengganggu keindahan visual, masalah ini juga mengancam keselamatan publik.

Baca juga: Kota Minyak Balikpapan Siap Jadi Beranda IKN, Bebas Kabel 2027

Banyaknya aduan warga ke DPRD mengindikasikan bahwa kabel-kabel tersebut seringkali menjuntai rendah, berpotensi membahayakan pengguna jalan dan pejalan kaki.

Titik Paling Krusial

Jalan MT Haryono disebut sebagai area terparah, di mana tiang-tiang dipenuhi lilitan kabel dari berbagai penyedia layanan.

Disusul kawasan Sepinggan sebagai pintu masuk utama kota dari Bandara, seharusnya menjadi etalase terdepan Balikpapan, namun tak luput dari pemandangan kabel yang semrawut.

Baca juga: 50.000 Siswa Pecahkan Rekor MURI, Rupiah Masuk Kurikulum Sekolah di Balikpapan

DPRD Balikpapan menilai penataan ini tidak bisa ditunda lagi. Kota-kota lain di Indonesia, seperti Batam dan Bandung, telah sukses melakukan penataan dengan mengadopsi sistem jaringan kabel bawah tanah (ducting).

Ari mendorong Balikpapan untuk segera bergerak ke arah serupa, paling tidak dimulai dari jalur-jalur utama kota.

“Setidaknya di jalur-jalur utama dulu, supaya ada perubahan yang bisa dirasakan masyarakat. Kota ini butuh langit yang bersih,” tegasnya.

Penertiban ini tidak hanya sebatas memindahkan kabel. Komisi III DPRD Balikpapan menuntut agar perusahaan telekomunikasi menertibkan kabel-kabel yang sudah tidak aktif. Dengan memotong 'kabel mati', estetika kota dapat dipulihkan secara signifikan.

Baca juga: Kerek UMKM Balikpapan dan IKN Naik Kelas, BI Dorong Penggunaan QRIS Tap

DPRD berjanji akan mengawal proses penertiban ini bersama Pemerintah Kota, memastikan langkah yang diambil bijak, tidak sekadar asal cabut, namun tetap berpegang teguh pada penataan ruang kota demi wajah Balikpapan yang metropolitan dan berkarakter, selaras dengan statusnya sebagai gerbang IKN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau