Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Begini Makna Filosofis Arsitektur Vernakular Gedung MPR dan MA di IKN

PT Hutama Karya (Persero) secara resmi menandatangani kontrak pembangunan dua pilar utama demokrasi: Kawasan Lembaga Legislatif Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Kawasan Lembaga Yudikatif Mahkamah Agung (MA).

Penandatanganan yang dilakukan pada 4 Desember 2025 ini bukan sekadar urusan konstruksi fisik, melainkan simbolisasi pemindahan "ruh" keadilan dan demokrasi ke jantung Indonesia yang baru.

Serambi Musyawarah

Jika Jakarta memiliki kubah kura-kura yang ikonik, maka Gedung MPR di IKN hadir dengan narasi arsitektural yang lebih mendalam, inklusif, dan responsif terhadap alam.

Hutama Karya melalui KSO HK-WIKA-BAP, mengemban tanggung jawab membangun kawasan seluas 74.196 meter persegi ini dengan filosofi yang sangat kuat.

Bangunan yang seolah "terangkat" dari tanah ini memberikan ruang bagi sirkulasi udara alami dan membiarkan kontur lahan tetap terjaga, sebuah simbol bahwa kekuasaan legislatif tetap berpijak pada ekosistem rakyat dan lingkungannya.

Identitas budaya tidak diletakkan sebagai tempelan, melainkan jiwa. Pada area drop-off, pengunjung akan disambut dengan aksen Wastra Nusantara (kain tradisional).

Ini adalah pesan visual bahwa setiap keputusan yang diambil di gedung ini adalah tenunan dari aspirasi keberagaman suku dan budaya di Indonesia.

Menjawab tantangan perubahan iklim, Gedung MPR mengusung prinsip breathable building.

Dilengkapi dengan sky garden, penggunaan panel surya (photovoltaic), serta sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting), gedung ini dirancang untuk berumur panjang dan relevan hingga ratusan tahun ke depan sebagai ikon baru Plaza Demokrasi.

Berdiri di atas lahan 79.179 meter persegi, gedung Mahkamah Agung (MA) dirancang dengan ketegasan yang artistik.

Elemen paling menonjol pada fasad gedung MA adalah panel bermotif Talawang, perisai khas Suku Dayak.

Dalam filosofi hukum, Talawang bermakna sebagai "pelindung keadilan". Gedung ini diposisikan sebagai benteng terakhir bagi pencari keadilan di Indonesia.

Karakter lokal diperkuat dengan penggunaan material laminated wood, batu alam, dan rotan sintetis.

Bahkan, pada bagian overstek (atap yang menjorok), diterapkan motif tenun Nusantara yang berfungsi ganda sebagai peneduh matahari (Intelligent Sun Control System), menyatukan kearifan lokal dengan teknologi efisiensi energi terkini.

"Mutunya jangan menurun. Setiap pekerjaan harus lebih baik dari sebelumnya. Standar itu harus menjadi pegangan," ujar Basuki, dikutip Kompas.com, Senin (22/12/2025).

Menanggapi hal tersebut, Hutama Karya mengerahkan teknologi konstruksi mutakhir untuk menjamin presisi.

LiDAR digunakan untuk pemetaan topografi akurat, BIM 360 sebagai perangkat digitalisasi konstruksi juga digunakan agar setiap tahap terkontrol secara real-time.

Sementara penerapan HK Shield, merupakan sistem pelaporan K3 terintegrasi demi mencapai target Zero Fatality.

Menuju Pusat Pemerintahan yang Terintegrasi

Kedua kawasan ini, baik MA maupun MPR, akan terhubung melalui jalur pedestrian hijau yang ramah lingkungan.

Kehadiran Plaza Keadilan dan Plaza Demokrasi akan menjadi ruang publik formal di mana rakyat dapat merasakan langsung denyut nadi pemerintahan tanpa sekat yang mengintimidasi.

Dengan rekam jejak sukses pada proyek Rusun ASN, RS Vertikal, hingga Bandara VVIP IKN, Hutama Karya memantapkan perannya sebagai motor utama pembangunan IKN.

https://ikn.kompas.com/read/2025/12/22/132058887/begini-makna-filosofis-arsitektur-vernakular-gedung-mpr-dan-ma-di-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar