Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pangkas Birokrasi Jakarta, Basuki Jamin Izin Pertamina di IKN Tak Berbelit

Kompas.com, 4 Maret 2026, 10:57 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memangkas jalur birokrasi demi mengamankan pasokan energi.

Tak tanggung-tanggung, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menggelar karpet merah perizinan bagi PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) guna menjamin kelancaran operasional di wilayah penyangga ibu kota baru tersebut.

Langkah strategis ini ditegaskan Basuki saat memboyong jajarannya meninjau langsung dua titik vital operasional PHM, yakni Lapangan Handil Central Processing Area (HCA) dan Senipah, Peciko, & South Mahakam (SPS) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (27/2/2026).

Kunjungan ini untuk memastikan integrasi sistem perizinan yang selama ini dianggap sebagai beban administratif bagi pelaku usaha sektor energi di daerah.

Baca juga: Otorita IKN Obral Insentif Fiskal, Kejar Target Investasi di Tengah Ketatnya Persaingan

"Saya berterima kasih atas penerimaan kunjungan ini. Mudah-mudahan keberadaan kami memudahkan perusahaan dalam melakukan operasi dan produksi ke depannya," ujar Basuki, dikutip Kompas.com, Rabu (4/3/2026).

Eks Menteri PUPR ini secara eksplisit menjamin bahwa Otorita IKN akan berdiri di depan untuk memberikan dukungan penuh, terutama dalam aspek legalitas dan administrasi.

"Kami memastikan dukungan OIKN dalam perizinan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh PT PHM, sehingga kolaborasi kita akan menjadi lebih baik ke depannya," tegasnya.

IKN Gantikan Jakarta

Bagi pelaku usaha hulu migas, janji Basuki merupakan angin segar. Selama puluhan tahun, rantai perizinan operasional sering kali mengharuskan koordinasi panjang hingga ke pusat pemerintahan di Jakarta. Kini, pusat kendali tersebut ditarik ke Nusantara.

General Manager PT PHM, Setyo Sapto Edi, mengakui, pemusatan perizinan di Otorita IKN mengubah peta efektivitas operasional perusahaan. Transformasi birokrasi ini dinilai memotong kompas prosedur yang sebelumnya berbelit.

Baca juga: Amerika Guyur IKN 2,49 Juta Dolar AS, Buat Apa Saja?

“Segala perizinan sekarang sudah lebih dimudahkan. Yang dulu sebagian harus ke Jakarta, sekarang cukup di Otorita IKN. Itu merupakan suatu kemudahan operasi buat kami,” ungkap Setyo.

Setyo menambahkan bahwa kehadiran langsung Kepala Otorita ke lapangan memberikan kepastian hukum bagi sinergi antara proyek strategis nasional IKN dengan ketahanan energi yang dikelola Pertamina.

“Kami sangat didukung penuh oleh Otorita IKN untuk bisa menjalankan operasi dengan baik,” imbuhnya.

Ambisi Superhub dan Diversifikasi Ekonomi

Kolaborasi ini menjadi bagian dari visi besar pembangunan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN).

Otorita IKN tampaknya tidak ingin pembangunan Nusantara hanya terjebak pada proyek fisik gedung pemerintahan, melainkan juga penguatan ekosistem energi dan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam diskusi terbuka antara Otorita IKN dan PHM, dibahas pula potensi diversifikasi sektor ekonomi.

Baca juga: Dapat Hibah Rp 39 Miliar dari Amerika, IKN Bersiap Jadi Cognitive City Pertama di Dunia

Hal ini mengindikasikan bahwa IKN tidak hanya akan menjadi konsumen energi, tetapi juga mitra dalam pengembangan teknologi energi yang lebih hijau bersama Pertamina.

Namun, di balik kemudahan "karpet merah" ini, publik tetap menanti sejauh mana efektivitas perizinan terpadu ini mampu menjaga keseimbangan antara eksploitasi energi dan pelestarian lingkungan di sekitar kawasan IKN.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau