Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kini Tak Perlu Isi IKNOW, Liburan ke IKN Jadi Lebih Mudah

Kompas.com, 16 Mei 2026, 14:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Masyarakat yang ingin berkunjung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) kini sudah tidak perlu melakukan pendaftaran terlebih dulu di aplikasi IKNOW.

"Saat ini pengunjung tidak perlu mendaftar melalui IKNOW, semua bebas masuk," kata Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (16/05/2026).

Meskipun demikian, Otorita IKN tetap menganjurkan pengunjung untuk tetap mengunduh aplikasi IKNOW untuk mengantisipasi kebutuhan pertolongan darurat.

Baca juga: Berlibur ke IKN Bisa Tanam Pohon Endemik

"Aplikasi IKNOW tetap dianjurkan diunduh karena ada berbagai informasi tentang IKN termasuk destinasi kunjungan. Termasuk ada panic button atau tombol bantuan, bila ada yang memerlukan pertolongan di jarak tertentu," jelas Troy.

Sementara pada momentum libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, masyarakat dapat mengunjungi area Istana Negara dan kawasan glamping IKN pada periode 14-17 Mei 2026.

Kedua lokasi tersebut dibuka untuk umum hingga pukul 17.00 WITA setiap hari.

Otorita IKN mengimbau pengunjung mengenakan pakaian rapi dan sopan, seperti celana panjang, baju berkerah, dan sepatu.

Pengunjung juga tidak diperkenankan menerbangkan drone, membawa hewan peliharaan, merokok, membawa senjata tajam, maupun melakukan tindakan yang melanggar norma dan ketertiban umum.

Baca juga: Sektor Tambang dan IKN Bikin Proyek Komersial di Balikpapan Ini Ludes Terjual

"Masyarakat dari berbagai kota, mulai dari anak-anak hingga orang tua, sangat menikmati pemandangan, sajian makanan dan minuman, hiburan, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup di IKN," ujar Troy.

Pengunjung Bisa Tanam Pohon

Otorita IKN menyiapkan 150 bibit tanaman endemik Kalimantan untuk pengunjung selama libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026.

Bibit tersebut disediakan dalam kegiatan penanaman pohon di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) IKN yang berlangsung pada 15-17 Mei 2026.

Kegiatan itu digelar sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya cinta lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan konsep kota hutan di IKN.

Baca juga: Otorita Ajak Seluruh Pihak Optimistis IKN Terus Berlanjut

Bibit yang disiapkan mayoritas merupakan spesies endemik Kalimantan, antara lain balangeran, kapur, tengkawang, meranti, dan nyatoh.

Program tersebut dibuka untuk umum dan dapat diikuti individu, keluarga, maupun rombongan yang berkunjung ke kawasan IKN.

Upaya Pulihkan Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Safitri, mengatakan kegiatan penanaman pohon menjadi salah satu langkah untuk mengembalikan fungsi ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan di kawasan IKN.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau