Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sektor Tambang dan IKN Bikin Proyek Komersial di Balikpapan Ini Ludes Terjual

Kompas.com, 14 Mei 2026, 23:57 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yang konsisten berada di atas rerata Nasional 10,24 persen sepanjang 2025 dan 10,11 persen pada Kuartal I-2026, mulai mengejawantah pada sektor properti komersial.

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mencatatkan performa impresif melalui proyek 88Plaza Balikpapan yang menunjukkan angka prapenjualan signifikan alias ludes diserap pasar.

Fenomena "laku keras" seluruh 49 unit tahap awal ini diakui sebagai dampak instan dari pergeseran atensi pasar dengan rencana Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Baca juga: Meski Proyek IKN Melambat, BI Tegaskan Tak Berpengaruh Signifikan pada Balikpapan

Selain itu juga, bergairahnya kembali sektor pertambangan khususnya batubara yang mendorong peningkatan aktivitas ikutan seperti jasa, dan perdagangan, ikut memengaruhi kinerja prapenjualan.

Presiden Direktur sekaligus CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk, Anthony Prabowo Susilo, menegaskan, Balikpapan kini berfungsi sebagai pelabuhan utama bagi mobilisasi kapital dan sumber daya manusia ke Kalimantan.

Hal ini menciptakan lonjakan permintaan terhadap ruang ritel yang memiliki standar internasional.

Baca juga: Magnum Resort Nusantara Dibangun 2025, Tunggu Perizinan OIKN

“Pasar Balikpapan mendemonstrasikan daya serap yang sangat kuat. 88Plaza hadir untuk menjawab kebutuhan akan ruang komersial yang mampu mengakomodasi gaya hidup urban serta kebutuhan korporasi yang mulai memindahkan basis operasionalnya ke wilayah ini,” ujar Anthony menjawab Kompas.com.

Ekspansi Agresif

Dari perspektif neraca keuangan, keberhasilan proyek ini menjadi pilar krusial bagi pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Kendati akan dibukukan dalam laporan keuangan tahun 2027, namun kepastian proyeksi pendapatan sudah di depan mata yang sangat berpengaruh pada arus kas perusahaan yakni sekitar Rp 80 miliar.

Baca juga: Pusat Riset Internasional Pertamina di IKN Masih Tahap Perizinan

Direktur Keuangan INPP, Surina, mengungkapkan, sejatinya stabilitas arus kas perusahaan didorong oleh kombinasi antara pendapatan berulang (recurring income) dan penjualan aset properti seperti proyek 88Plaza Balikpapan.

“Kami memproyeksikan kontribusi signifikan dari proyek-proyek di Balikpapan terhadap performa konsolidasi perusahaan. Strategi alokasi modal kami fokus pada pengembangan kawasan yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap ekonomi lokal,” ungkap Surina.

Pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan yang impresif Kota ini menjadi variabel determinan yang membuat unit-unit di 88Plaza terserap pasar dalam waktu singkat.

Proyek seluas 8 hektar ini dirancang dengan konsep integrated mixed-use yang mencakup perhotelan dan residensial, menciptakan ekosistem mandiri yang meminimalisasi risiko kekosongan penyewa.

Baca juga: BI Balikpapan Perkuat Ekonomi Syariah di Penyangga IKN via PESAN 2026

Jika dibedah lebih lanjut, tutur Anthony, tingkat absorbsi 88Plaza Balikpapan tak lepas dari kedekatan geografis dengan jalur logistik IKN menjadikannya titik pertemuan strategis bagi para investor dan pejabat pemerintahan.

"Balikpapan mengalami defisit ruang komersial kelas atas yang mampu memenuhi standar tenant global. Kami mengisi ceruk tersebut," imbuhnya.

Lonjakan sektor pertambangan dan jasa pendukung IKN meningkatkan pendapatan per kapita wilayah, yang secara otomatis mengerek volume transaksi di sektor ritel.

INPP sendiri menargetkan penyelesaian proyek ini tahun 2027, dan masuk fase berikutnya secara simultan guna mengantisipasi eskalasi aktivitas di IKN tahap II.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau