Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

KPU Penajam Paser Utara Pastikan Logistik Pemilu ke IKN Lancar

"Untuk hambatan dan halangan sampai saat ini tidak, karena kemarin kekhawatiran kami jumlah pemilih pindahan dari IKN itu kan memang cukup banyak," kata Irwan di Kantor KPU Kabupaten PPU, Penajam, seperti dikutip dari Antara, Minggu (11/2/2024).

Saat ini, 1.044 kotak dan bilik suara sudah didistribusikan ke Gudang KPU Kecamatan Sepaku, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk dilanjutkan ke beberapa kelurahan/desa dan IKN.

Secara keseluruhan, hari ini telah dilakukan pendistribusian 1.453 kotak suara dan 1.148 bilik suara di Kecamatan Sepaku, Waru, dan Babulu.

Sedangkan untuk Kecamatan Penajam, akan dilakukan distribusi logistik berupa 1.275 kotak suara dan 1.020 bilik suara pada Selasa, 13 Februari 2024.

Irwan menjelaskan, pendistribusian logistik Pemilu 2024 di Kabupaten PPU dilakukan H-3 Pemilu 2024 masih sesuai regulasi berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

"Berdasarkan PKPU, logistik kami diminta untuk distribusi itu paling lambat tiga hari sebelum hari H. Memang hari ini kami sudah sempat di setiap kecamatan, jadi kalau yang lain memang jumlah kecamatan besar dibandingkan Penajam Paser Utara," terangnya.

Hingga 9 Februari 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat sebanyak 3.266 pekerja Ibu Kota Nusantara (IKN) telah terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari tiga kecamatan yang mencakup Kecamatan Penajam, Sepaku, dan Waru. Sementara jumlah DPTb di luar pekerja IKN tercatat sebanyak 4.614 DPTb. Di kawasan IKN sendiri terdapat dua TPS lokasi khusus, yaitu TPS 901 dan TPS 902.

Senada dengan Irwan, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penajam Paser Utara (PUU) Edwin Irawan mengamini, penyelenggaraan Pemilu tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Perbedaan itu terletak di banyaknya Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang terdiri dari pekerja IKN.

Kendati demikian, Edwin optimistis penyelenggaraan Pemilu 2024 di Kabupaten PPU, termasuk wilayah IKN akan terus berjalan lancar hingga akhir.

"Tapi Pemilu 2024 itu yang jadi konsentrasi Bawaslu, bagaimana kemudian mendorong penyelenggara pemilu dalam hal ini untuk senantiasa update perubahan-perubahan yang sangat dinamis pada penyusunan daftar pemilih," tuntas Edwin.

https://ikn.kompas.com/read/2024/02/11/220000387/kpu-penajam-paser-utara-pastikan-logistik-pemilu-ke-ikn-lancar

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar