Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

6 Isu Strategis Penguatan Kapasitas Balikpapan sebagai Kota Mitra IKN

Oleh karena itu, penting bagi Balikpapan untuk memprioritasnya penguatan dan perluasan kapasitasnya.

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan Murni menuturkan, ada enam isu strategis dengan kerangka prioritas penguatan kapasitas wilayah Balikpapan sebagai mitra IKN.

Program utama mulai dari pengurangan stunting, pengurangan tingkat pengangguran, juga penguatan konektivitas kota.

"Khusus konektivitas kota juga ada penambahan rigid tematik," beber Murni seperti dikutip Kompas.com dari laman resmi Pemerintah Kota Balikpapan, Senin (11/3/2024).

Ini antara lain meliputi penataan Pasar Baru, Klandasan, dan Kebun Sayur.

Kemudian tematik UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), seperti penataan Taman Bekapai, Asrama Haji, dan kawasan Ruhui Rahayu yang sudah berproses.

Selain itu penguataan peningkatan ekonomi dan investasi daerah, seperti Kawasan Industri Kariangau dan Sentra Industri Kecil Somber.

"Selanjutnya Peningkatan fasilitas pariwisata, pengendalian inflasi, dan kewirausahaan dalam hal ini UMKM," sebutnya.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menambahkan, Balikpapan telah menyusun rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) tahun 2025-2045 dan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2025.

Ini dilakukan untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam hal penganggaran kegiatan maupun pelaksanaan kinerja pemerintah daerah.

Rahmad menegaskan, terkait sejumlah program, baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, salah satu yang menjadi persoalan utama adalah air.

Untuk mengatasi persoalan lama itu, ada langkah yang diambil yakni memperbaiki Waduk Manggar.

Selain diperbaiki, waduk ini juga direvitalisasi untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Tapi seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, maka akhirnya masih kurang," katanya.

Upaya tersebut kemudian berlanjut dengan mengoptimalkan Waduk Teritip, meskipun belum bisa memenuhi kebutuhan warga kota Balikpapan secara merata.

"Dan sekarang sudah berfungsi dan tetap belum memenuhi kebutuhan karena makin banyak orang yang tinggal di kota Balikpapan," sebutnya.

Saat ini, Pemerintah Kota Balikpapan sudah memiliki perjanjian kerjasama antar tiga kabupaten/kota, yaitu dengan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten PPU.

Kerjasama ini terkait air baku yang akan diambil dari Sungai Mahakam yang akan disalurkan melalui perpipaan.

"Hal ini perlu dibicarakan sebagai program jangka panjang. Kendati begitu ya pemerintah tidak akan berdiam diri terkait air ini," tuntasnya.

https://ikn.kompas.com/read/2024/03/11/170000387/6-isu-strategis-penguatan-kapasitas-balikpapan-sebagai-kota-mitra-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com