Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Balikpapan, Kota Pertama Uji Coba Platform Mobilitas Pintar Sergek

PoC digelar untuk menindaklanjuti kesepakatan bersama yang diteken pada 3 September 2023 antara Sergek Projects Ltd dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Pelaksanaan PoC atau uji coba (trial) ini untuk mengetahui apakah teknologi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan membantu kehidupan di IKN dan kota-kota penyangganya jadi lebih efisien, nyaman, dan praktis.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi menuturkan, visi strategis yang terdapat dalam cetak biru kota cerdas IKN adalah sistem transportasi dan mobilitas cerdas.

"Salah satu fiturnya adalah pengaturan dan pemantauan lalu lintas yang saat ini sedang diimplementasikan melalui proses PoC di Balikpapan oleh perusahaan Sergek Projects dari Kazakhstan," tutur Ali menjawab Kompas.com, rabu (20/3/2024).

Pelaksanaan PoC ini bekerjasama dengan Kepolisian Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, dan Pemerintah Kota Balikpapan yang akan dilaksanakan hingga April 2024.

Menurut Ali, langkah ini merupakan komitmen OIKN dalam mengembangkan dan mengintegrasikan ekosistem mobilitas cerdas tiga kota, IKN, Balikpapan, dan Samarinda.

Lebih jauh Ali menjelaskan, platform pengaturan dan pemantauan lalu lintas Sergek ini dilakukan dengan menggunakan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dan Analisis Data.

Prosesnya dilakukan dengan mengintegrasikan 43 CCTV dalam satu dashboard untuk memudahkan pemantauan dan pengelolaan trafik, serta dilakukan Analisis Data AI yang digunakan untuk identifikasi dan volume kendaraan.

Kemudian waktu perjalanan, kecepatan dan kepadatan aliran lalu lintas rata-rata, indikator ekologi (seperti polusi CO2) terkait lalu lintas, dan keluar masuk kendaraan ke Balikpapan berdasarkan asal-tujuan kendaraan.

"Pengaturan dan pemantauan lalu lintas ini dapat dikendalikan melalui command center," cetus Ali.

Investasi Rp 9 Miliar

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital OIKN Tonny Agus Setiono menambahkan, dipilihnya Balikpapan sebagai lokasi pertama karena terdekat dengan IKN, dan sudah memiliki infrastruktur memadai untuk dilakukannya PoC.

"Selain itu karena ruas-ruas jalan di IKN juga sedang dalam tahap pembangunan sehingga belum memungkinkan untuk dilaksanaan PoC platform Sergek ini," terang Tonny kepada Kompas.com.

Namun demikian, OIKN sudah merencanakan untuk memasang CCTV di IKN, karena ada beberapa ruas jalan yang terbangun, seperti Jl Sepaku, yang akan terhubung dengan command center di kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN.

Tonny juga menjelaskan, setelah Sergek, akan ada trial atau PoC berikutnya yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan lain. Mereka berasal dari Singapura, Korea, Jepang, Perancis, dan Jerman.

Usai PoC, tahap berikutnya adalah seleksi terbuka baik melalui tender maupun beauty contest untuk memilih pemenang proyek teknologi mobilitas pintar.

Pemenang ditentukan berdasarkan keandalan dan kualitas teknologi, interoperability, affordability atau value for money serta transfer pengetahuan dan teknologi.

Tonny memastikan, platform teknologi mobilitas cerdas ini diimplementasikan sebelum pelaksanaan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara itu, Vice-President Global Markets Sergek Alyona Tkachenko mengungkapkan, untuk melaksanaan PoC, perusahaan menginvestasikan dana senilai 560.000 dollar AS atau ekuivalen Rp 9 miliar.

"Kami memberikan apa yang dibutuhkan IKN dan kota-kota di sekitarnya melalui platform kami," ujar Alyona.

Menurutnya, Sergek berfokus untuk memastikan keselamatan di jalan raya melalui pelacakan pelanggaran peraturan, memberikan analisis AI preventif yang diinformasikan kepada kepolisian, mengukur jejak ekologis kendaraan, dan menciptakan kembaran digital dalam sistem transportasi kota.

"Platform Sergek memungkinkan pekerja administrasi untuk mengelola kota dengan cara yang lebih sederhana, efisien, dan transparan," cetusnya.

Adapun Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra mengharapkan, teknologi mobilitas pintar ini tak hanya diterapkan saat PoC namun juga menjadi bagian integral dari konektivitas transportasi tiga kota IKN, Balikpapan, dan Samarinda.

Adwar berpendapat teknologi Sergek sangat paripurna, dengan fitur yang sangat lengkap sehingga dapat memberikan informasi menyeluruh tentang mobilitas kendaraan dan lalu lintas.

"Ini kan uji coba, jadi saya harap barangnya (harware dan software) mereka bisa dihibahkan. Jadi kepada Dubes RI untuk Kazakhstans Pak Fadjroel tolong dibantu komunikasi dengan Kementerian Perhubungan agar belanja CCTV dan platform mobilitas pintar untuk dihibahkan ke Balikpapan," tuntas Adwar.

https://ikn.kompas.com/read/2024/03/21/084527887/balikpapan-kota-pertama-uji-coba-platform-mobilitas-pintar-sergek

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar