Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pemerintah Bisa Contek Spanyol, Bikin IKN Jadi "Loveable City"

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang menjadi loveable city atau kota yang dicintai oleh para penghuninya dan pengunjung.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah bisa belajar banyak dari kota-kota yang ada di Spanyol seperti Barcelona dan Madrid.

Commercial Attache for Embassy of Spain Jose Angel Molero Gonzales mengatakan, terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki oleh IKN jika ingin menjadi loveable city. 

“Pertama, adalah soal penataan kawasan dan desain ruang publik bagi masyarakat,” ujarnya dalam "Livable and Lovable: Collaborative Learning Forum", yang diselenggarakan oleh Otorita IKN, Rabu (20/3/2024).

Selanjutnya, adalah semangat budaya lokal yang masih terus dipelihara melalui kombinasi fasilitas dan program budaya yang ada di masyarakat.

“Ketersediaan ruang publik di kota sangat penting agar tercipta interaksi sosial, yang membuat kota tersebut dicintai banyak orang,” papar Jose.

Ia berharap, pengetahuan mengenai penataan kota yang loveable di Spanyol bisa digunakan untuk membangun IKN.

https://ikn.kompas.com/read/2024/03/21/160019187/pemerintah-bisa-contek-spanyol-bikin-ikn-jadi-loveable-city

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com