Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Proyek Kantor Kemenko Senilai Rp 3,035 Triliun di IKN Terus Dikebut Saat Ramadhan

Pantauan Kompas.com, Sabtu (23/3/2024), kendati dalam suasana Ramadhan di mana sebagian besar pekerja konstruksi berpuasa, percepatan untuk menyelesaikan proyek ini tetap terasa.

Tampak sejumlah tower crane bergerak lincah membawa beton pra-cetak ditempatkan pada area tertentu untuk kemudian disusun membentuk dinding dan lantai bangunan.

Para pekerja pun dengan sigap mengerjakan tugasnya masing-masing dengan tanggung jawab harus menyelesaikan proyek ini tepat waktu.

Direktur Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menuturkan, terdapat empat proyek kantor Kemenko yakni Kemenko 1, 2, 3, dan 4.

Diana berharap, konstruksi fisik gedung Kemenko di IKN sudah selesai pada Juni 2024 mendatang dan dapat dimanfaatkan pada Agustus 2024.

Hal senada dikemukakan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono, empat gedung kemenko ditargetkan dapat mulai digunakan pada Agustus 2024.

"Pada 17 Agustus 2024, ini paling dekat ada empat tower kantor kemenko, ada kemenko 1, 2, 3, dan 4 nanti akan ditempati oleh departemen atau kementerian lembaga yang berada di bawah koordinasi kementerian koordinator itu," paparnya.

Bambang menjelaskan, penggabungan kantor antar-kementerian tersebut dilakukan guna menciptakan kebiasaan birokrasi baru dan jalur koordinasi yang lebih baik ke depan.

Adapun Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra Saleh Atmawidjaja menjelaskan, empat gedung kantor kemenko dirancang untuk dapat menampung delapan kementerian pada tahap awal pemindahan ASN ke IKN.

Rinciannya, satu tower gedung kemenko dihuni oleh dua kementerian.

"Satu kantor menko ada 4 tower dan 1 tower ada dua kementerian. Jadi, satu kompleks kemenko ada delapan kementerian," jelas Endra.

Proyek Kantor Kemenko 1 atau Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) digarap PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau WEGE dengan nilai kontrak Rp 745 miliar.

WEGE adalah anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang bergerak di bidang konstruksi bangunan.

Berlanjut ke proyek kantor Kemenko 2 atau Kemenko Bidang Perekonomian digarap oleh PT Hutama Karya (Persero) yang menandatangani kontrak pembangunan gedung dan kawasan Kantor Kemenko 2 senilai Rp 766 miliar.

Sedangkan proyek Kemenko 3 atau Kemenko Bidang Politik, Hukum, dan HAM, serta Kemenko 4 atau Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Adapun nilai kontrak Kantor Kemenko 3 sebesar Rp 789 miliar, sementara Kantor Kemenko 4 senilai Rp 735 miliar.

Dengan demikian, total nilai konstruksi dari empat proyek kantor Kemenko di IKN ini mencapai angka Rp 3,035 triliun.

https://ikn.kompas.com/read/2024/03/24/122255987/proyek-kantor-kemenko-senilai-rp-3035-triliun-di-ikn-terus-dikebut-saat-ramadhan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com