Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Danis Hidayat Sumadilaga, Dirigen di Balik Orkestrasi Infrastruktur IKN

Demikian Danis Hidayat Sumadilaga dalam perbincangan khusus bersama Kompas.com, saat menanggapi pernyataan Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Achmad Jaka Santos Adiwijaya.

Jaka mengibaratkan pembangunan IKN yang berlangsung cepat mirip Bandung Bondowoso, legenda pembuat 1.000 candi dalam semalam.

Sejak ditunjuk sebagai Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Tahun 2021 sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR Nomor 1419/Kpts/M/2021 tentang Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis menjadi sosok sentral yang menyita perhatian publik.

Dialah dirigen di balik orkestrasi besar yang melibatkan banyak disiplin ilmu, ahli dan pakar lintas sektor, ratusan entitas badan hukum pelaksana konstruksi, puluhan ribu tenaga kerja, serta penerapan teknologi dan inovasi mutakhir yang mendukung terwujudnya infrastruktur IKN.

Diperlukan jiwa besar, komitmen, kerja keras, teladan, ketegasan, visioner, dan mau menerima masukan dan kritikan.

Itulah Danis, yang jika berhadapan dengan siapa saja yang bertemu muka dengannya selalu tersenyum seraya tak lupa bertegur sapa.

Penjelasan Danis yang runut, detail, dan terstruktur, selalu dinanti oleh awak media untuk mengabarkan kembali kepada pembaca tentang perkembangan terkini pembangunan infrastruktur IKN yang hingga Maret 2024 menelan dana sekitar Rp 71,8 triliun.

Danis yang berdarah bangsawan Sunda, sejatinya bukan orang baru di jajaran elite Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Dia adalah Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya periode 2018-2020 sebelum digantikan oleh Diana Kusumastuti.

Alumnus Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) kelahiran Jakarta itu pun sempat menempati posisi sebagai komisaris pada perusahaan konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. hingga awal 2021.

Danis mendapat gelar master dari The University of South Wales pada 1990. Ia juga menyandang gelar doktor dari Universitas Indonesia pada tahun 2016. 

Danis juga tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2018-2021, dan Ketua Umum PII 2021-2024.

Menghargai upaya seluruh tim

Kendati peran dan kontribusi Danis demikian menonjol, terbukti saat Kompas.com berkesempatan menyaksikan pertemuan kerja di bidang kebina-margaan, dan cipta karya, namun dia bukanlah tipikal pemimpin one man show.

"Tanpa kerja sama, kami tak ada apa-apanya. Kementerian PUPR, OIKN, Kementerian/Lembaga lain yang terlibat adalah suntikan 'energi' bagi kami untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur ini," tutur Danis.

Penggunaan kata ganti orang pertama jamak "kami" dalam setiap perbincangan, dan kesempatan, adalah cerminan betapa Danis memang tidak suka menonjolkan diri.

Dia menyadari, Diktum Kesatu Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR Nomor 1419/Kpts/M/2021 tentang Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur IKN sebagaimana tercantum dalam Lampiran I, merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Keputusan Menteri.

Memang dalam Kepmen Nomor 1419/2021 tersebut, tercantum bahwa Satgas IKN yang dibentuk terdiri atas Penanggungjawab, Tim Pengarah, Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, serta Tim Sekretariat.

Nah, Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infratsruktur IKN yang dinakhodai Danis bertugas melaksanakan arahan teknis dari Tim Pengarah, menyusun dan/atau mengintegrasikan rencana kerja, program dan anggaran, dan kegiatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara.

Kemudian melakukan koordinasi, sinkronisasi dan integrasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara dengan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota terkait;

Memantau implementasi kriteria dan indikator kinerja pembangunan perkotaan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara;

Mengendalikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara pada masing–masing bidang; dan menyusun seta menyampaikan laporan kemajuan dan hasil pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara kepada Penanggung Jawab.

Danis mengharapkan, semua yang diupayakan oleh tim dari Kementerian PUPR, penyedia jasa konstruksi baik BUMN maupun swasta, Tim Satgas Pelaksana Pembangunan Infrastruktur IKN, kementerian/lembaga lain mewujud seperti yang dicita-citakan.

"Kami terus bekerja teras, mewujudkan pembangunan IKN ini dengan baik. Berbagai aspek kami jalankan dengan baik dan benar untuk masa depan Indonesia," tuntas Danis.

https://ikn.kompas.com/read/2024/04/14/070000587/danis-hidayat-sumadilaga-dirigen-di-balik-orkestrasi-infrastruktur-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar