Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

4 Unit Rumah Tapak Jabatan Menteri di IKN Tuntas Dibangun

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak empat rumah tapak jabatan menteri di Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah tuntas dibangun.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Iwan Suprijanto saat ditemui usai acara halal bi halal di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Selasa (16/4/2024).

"Dari 36 itu ada 4 unit sudah selesai. Yang lain tinggal finishing," tutur Iwan.

Ini menyusul adanya para tokoh utama dalam pembangunan infrastruktur IKN yang perlahan kembali ke lokasi proyek pada pekan ini.

Adapun untuk memfasilitasi para pekerja konstruksi IKN melakukan mudik dan balik, pemerintah menyediakan pesawat hercules dengan rute IKN-Surabaya pulang pergi.

"Kalau yang pekerja kemarin kan pada mudik kita siapkan hercules, kemudian dibawa ke Surabaya. Sekarang sudah dibawa hercules lagi pulang, sudah proses balik lagi supaya mereka bisa langsung kerja lagi," kata Basuki.

Sementara Basuki telah beberapa kali mengungkapkan bahwa dirinya akan menjadi menteri pertama di Kabinet Indonesia Maju yang bakal pindah ke IKN.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga memaparkan progres proyek rumah menteri sudah mencapai sekitar 90 persen.

"Progres rumah menteri sudah sekitar 90 persen per April 2024," kata Danis kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

https://ikn.kompas.com/read/2024/04/17/083705987/4-unit-rumah-tapak-jabatan-menteri-di-ikn-tuntas-dibangun

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com