Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Peta Jalan Sistem Pemerintahan Cerdas IKN, "Shared Office & Services"

Secara garis besar hal itu disesuaikan dengan pemindahan dan penempatan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ditugaskan di IKN dalam lima tahun pertama pemindahan atau periode 2024-2029.

"Kemenpan RB sudah menyusun rekomendasi rencana pemindahan ASN ke IKN. Nah untuk lima tahun pertama itu dimulai dengan fase pertama fokusnya menyiapkan miniatur penyelenggaraan pemerintah," kata Anas di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2024).

Dilansir dari Antara, pada fase pertama para ASN masuk kategori prioritas pemindahan pertama.

Sementara pemerintah berfokus pada pemindahan unit kerja dengan tugas dan fungsi yang mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan dukungan Presiden dan Wakil Presiden IKN.

Pola kerja yang akan diterapkan oleh para ASN yang bertugas di fase pertama tersebut ialah pola kerja digital dan Flexible Working Arrangement (FWA).

Selanjutnya pada fase kedua, dinamai penerapan sistem Shared Office dan Shared Services System.

Para ASN yang dipindahkan pada fase ini masuk dalam kategori ASN prioritas kedua, dan hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) 2024.

Selain itu para ASN ini juga berasal dari jalur mutasi ASN Pemda wilayah Kalimantan Timur.

Sistem berbagi kantor dan layanan bakal diterapkan secara terintegrasi di IKN dimulai dengan hadirnya tambahan ASN dari fase kedua ini.

"Nah terakhir di fase ketiga adalah implementasi smart goverment. Kami sudah siapkan arahan pemindahan melalui fase 1, fase 2, dan fase 3. Tentu saja ini akan mengikuti perkembangan kesiapan gedung," kata Anas.

Secara lebih detail untuk implementasi smart goverment ini bakal mulai diperkuat pada periode akhir atau sekitar 2029 dan dimulai dengan adanya pemindahan ASN yang masuk kategori pemindahan prioritas ketiga.

Pada fase ini, implementasi smart goverment tidak hanya berlangsung di IKN saja tapi juga di Jakarta.

Apabila ketiga fase ini selesai dijalankan, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan yaitu dengan membuat sistem Agile Smart Goverment yang lebih tangkas dan teruji.

"Kami juga menyiapkan rancangan jangka panjang, akan ada hingga fase kelima. Ini menciptakan desain sistem pemerintahan yang lincah diwujudkan dengan dukungan pemerintah yang memanfaatkan teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan lainnya," tutupnya.

https://ikn.kompas.com/read/2024/04/20/070000287/peta-jalan-sistem-pemerintahan-cerdas-ikn-shared-office-services-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com