Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Rumput Lapangan Upacara Kawasan Istana Presiden di IKN Berstandar FIFA

Terlihat sejumlah pekerja usai Libur Lebaran 2024, mulai melanjutkan konstruksi dan pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kendati gerimis, para pekerja ini menunjukkan semangat, dedikasi, dan elan tinggi untuk secara bersama mengejar penyelesaian pekerjaan tepat waktu, agar dapat digunakan saat peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, tanggal 17 Agustus 2024.

Dari pantauan Kompas.com, secara struktur Istana Negara telah mencapai level hampir tuntas alias lebih dari 90 persen. Sementara pekerjaan interior, mekanikal, elektrikal, dan plumbing masih terus dilaksanakan.

Adapun Lapangan Upacara yang tepat berada di depan Istana Negara telah tertutup rerumputan hijau yang terus dirawat dan mendapat perhatian ekstra.

Hal ini karena rumput yang digunakan merupakan rumput dengan spesifikasi khusus jenis Zoysia Matrella yang merupakan standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Rumput ini juga digunakan di Stadion Jakarta International Stadium (JIS), Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, dan stadion terkemuka lainnya di dunia.

Project Manager Istana Negara dan Lapangan Upacara IKN Eko Arief S menuturkan, rumput khusus di Lapangan Upacara IKN ini merupakan hasil dari budidaya petani di Pulau Jawa dan beberapa tempat lain di Indonesia.

"Awalnya memang impor, namun para petani kita berhasil membudidayakannya. Sehingga rumput Zoysia Matrella di Lapangan Upacara ini dipasok dari dalam negeri. Rumput ini merupakan hasil persemaian yang memakan waktu lebih dari enam bulan untuk bisa digunakan di sini," jelas Arief kepada Kompas.com.

Menurut Arief, Zoysia Matrella sangat direkomendasikan untuk melapisi Lapangan Upacara IKN. Karena karakter spesifiknya yang mudah menyerap air saat terjadi genangan akibat hujan.

Dikutip dari sejumlah jurnal ilmiah botani, rumput Zoysia Matrella memiliki ciri daun yang rucing, warna hijau pekat, dan rigiditas yang rapat.

Zoysia Matrella biasanya ditanam menggunakan media pasir dan juga memiliki tingkat elistisitas yang sangat baik.

Kendati demikian, Zoysia Matrella membutuhkan perawatan ekstra. Oleh karena itu, bilang Arief, setiap hari ada pekerja yang selalu siap sedia merawat, memberi pupuk, menyiram, dan menghilangkan hama.

"Rumput ini juga minimal harus rajin dipangkas. Jadi memang butuh perawatan khusus," imbuh Arief.

Penambahan pekerja dan jam kerja

Kepala Seksi BPPW Kalimantan Timur Alfrits Makalew menambahkan, sisa pekerjaan Istana Negara dan Lapangan Upacara akan digeber sehingga mencapai target 95 persen saat pelaksanaan upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI.

"Kami menambah jumlah mandor, pekerja, dan juga jam kerja menjadi tiga shift masing-masing delapan jam," cetus Alfrits.

Saat ini, menurut Alfrits, pekerjaan Lapangan Upacara menyentuh level finishing, tinggal dilaksanakan pemadatan kali kedua hingga rata.

Kemudian pekerjaan Istana Negara mencakup sentuhan interior, pemasangan marmer, elemen-elemen dekoratif yang merepresentasikan kekayaan seni dan budaya Nusantara, serta sejumlah pekerjaan craftmanship lainnya.

"Untuk pekerjaan interior desainnya sangat unik, banyak pekerjaan sentuhan ukiran, cukup detail dalam hal kualitas. Ada beberapa ruangan yang dibutuhkan saat upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI nanti dan harus bisa digunakan," tuntas Alfrits.

https://ikn.kompas.com/read/2024/04/29/073445487/rumput-lapangan-upacara-kawasan-istana-presiden-di-ikn-berstandar-fifa

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com