Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sandiaga Makan Durian Pertama di Rumah Jabatan Menteri Basuki di IKN

Sandiaga menikmati buah durian di RTJM yang kelak menjadi kediaman Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Persil 105, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). 

Menurutnya, ini merupakan buah durian pertama yang dikudapnya di IKN pasca Jakarta tak lagi jadi ibu kota negara setelah Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) resmi ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 25 April 2024.

"Makan duren di rumahnya Pak Basuki, ini kunjungan pertama setelah DKJ ya," ujar Sandiaga.

Hal ini terlihat dari teknologi smart home yang dapat mengatur operasionalisasi RTJM sehari-hari mulai dari pengaturan suhu udara, pencahayaan, curtain, panic button, dan lain-lain.

Bahkan, kata Sandiaga, pembangunan RTJM mengacu pada konsep pembangunan berkelanjutan yang ditandai dengan penggunaan energi ramah lingkungan, bukaan yang memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam rumah, dan teknologi air yang dapat mencegah penggunaan eksesif.

Menurutnya IKN dibangun dengan rancangan smart forest city yang memungkinkan pola hidup  kekinian, memudahkan penghuninya melakukan mobilitas dari satu poin ke poin lain hanya dengan berjalan kaki.

"Ini gaya hidup sehat. Satu saat saya akan membuat event lari di sini," cetus Sandiaga.

"Saya siap kapan saja, karena telah direncanakan diatur oleh Tim Sekretariat Negara (Setneg). Kami prinsipnya sangat mendukung (tinggal di IKN), terutama (ingin membangun) perekonomian kreatif di IKN," tutur Sandiaga.

Sandiaga sendiri, menurut Kepala BPPW Kalimantan Timur Rozali Indra Saputra akan menempati RTJM di Persil 104.

"Iya, Mas Menteri akan menempati rumah di Persil 104," imbuhnya.

Hingga saat ini, progres pembangunan 36 unit RTJM sudah mencapai 88 persen. Lima unit di antaranya sudah tuntas konstruksinya.

Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN menargetkan seluruh unit RTJM dengan luas masing-masing 720/1.200 meter persegi, selesai pembangunannya pada Juli 2024.

https://ikn.kompas.com/read/2024/05/01/060523487/sandiaga-makan-durian-pertama-di-rumah-jabatan-menteri-basuki-di-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar