Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Latsitardanus di IKN Resmi Dibuka, 1.840 Taruna Bakal Dilantik Jokowi

Latsitardanus dengan tema "Menuju Kalimantan Timur Maju dan Unggul” ini, merupakan realisasi Kegiatan Integratif Taruna Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Kepolisian (Akpol), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Universitas Pertahanan (Unhan), dan Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN).

Sebanyak 1.840 taruna mengikuti kegiatan tingkat akhir ini sebelum menyelesaikan tugas pendidikan dan dilantik menjadi perwira oleh Presiden Jokowi pada bulan Juli 2024.

Komandan Jenderal Akademi TNI Letnan Jenderal TNI Rudianto menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk dan memantapkan kemanunggalan TNI-Polri dengan masyarakat, menanamkan dan menumbuhkembangkan jiwa kejuangan, dan cinta tanah air.

"Selain itu memupuk semangat integrasi seluruh peserta latihan dan mahasiswa sebagai upaya membangun soliditas TNI, Polri dan masyarakat, mereka juga akan membantu pembangunan yang ada di Kalimantan Timur ini," ujar Rudianto.

Dia memerinci, kegiatan yang akan dilaksanakan selama Latsitardanus ini, antara lain pelaksanaan sasaran fisik karya bakti, berupa perbaikan rumah ibadah, pos kamling dan rumah tidak layak huni.

Kemudian pembersihan saluran air dan sungai, perbaikan jalan dan pavingisasi, pengaspalan jalan, pembuatan tugu Latsitardanus dan Desa Digital.

Rudianto menambahkan, kegiatan Latsitardanus ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan di provinsi berbeda untuk membantu pembangunan daerah. Khusus di Kalimantan Timur, tengah dikerjakan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Sedangkan untuk sasaran non fisik, dilaksanakan riset sosial, penyuluhan kesehatan dan Narkoba, wisata sejarah dan pendidikan kesadaran bela negara, promosi sekolah-sekolah kedinasan, dan lain sebagainya," tambah Rudianto.

Kalemdiklat Polri Purwadi Arianto menambahkan, latihan ini akan melengkapi kompetensi peserta Latsitardanus, sehingga benar-benar siap untuk melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

"Di samping itu, para taruna merupakan calon pemimpin yang harus dekat dengan rakyat, paham hati rakyat, tahu kebutuhan rakyat, dan bekerja keras untuk rakyat," imbuhnya.

Menurutnya, Latsitardanus merupakan latihan integratif yang bertujuan untuk mempersiapkan pemimpin-pemimpin dengan jiwa kejuangan, cinta tanah air dan semangat sinergisitas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi latihan paripurna sehingga benar-benar siap melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa dan negara Indonesia.

Oleh karena itu, dia berharap agar peserta Latsitarda dapat melaksanakan kegiatan ini dengan ikhlas, sungguh-sungguh, dan penuh dengan rasa tanggung jawab.

"Tunjukkan bahwa peserta latsitarda sekalian siap menjadi abdi negara dan motor penggerak menuju indonesia yang maju," tutup Purwadi.

Pada akhir upacara yang disaksikan ribuan warga Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur ini, para taruna mempersembahkan pertunjukan drumband dan diakhiri dengan kirab serta defile di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman yang berakhir di Borneo Bay Balikpapan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud.

https://ikn.kompas.com/read/2024/05/06/234049787/latsitardanus-di-ikn-resmi-dibuka-1840-taruna-bakal-dilantik-jokowi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com