Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tertarik "Ecotourism" di IKN, IHG Jalin Komunikasi dengan Otorita

Direktur Operasional IHG untuk Asia Tenggara Anil Pathak mengatakan hal itu dalam perbincangan khusus bersama Kompas.com, Senin (6/5/2024).

"Selain segmen pemerintahan, kesehatan, farmasi, dan pendidikan, yang paling menarik adalah segmen pariwisata. Bagian utama yang paling penting yang membuat saya tertarik dengan IKN adalah konsep Ecotourism," ujar Anil.

Menurutnya, konsep ecotourism berpotensi untuk menarik lebih banyak kunjungan wisata pada masa depan. Karena segmen ini masih jarang pemainnya, bahkan boleh dikatakan tak ada persaingan.

"Tidak ada pemain internasional di dalamnya. Namun ini akan ada pada masa depan," tambah Anil.

Jadi, lanjut dia, tawaran konsep ini merupakan langkah strategis, cerdas, terbuka, sekaligus langsung menembus tujuan IKN sebagai smart forest city.

Penerapan ecotourism adalah kesempatan besar bagi para pemain hotel raksasa dengan jaringan mendunia serta dapat menjamin bisnis pada masa depan, lima sampai enak tahun ke depan saat IKN terbentuk.

"Karena itu, saya sangat tertarik dengan level bisnis yang akan terus kita lihat di tempat seperti IKN," cetusnya.

Karena ketertarikan itulah, Anil terus menjalin komunikasi dengan pihak otoritatif yakni Kemenparekraf dan Otorita IKN.

Selain itu, dia juga menjalin komunikasi dengan para pengembang yang telah lebih dulu membangun proyek di IKN, sehingga dapat melihat bangunan-bangunan apa saja yang cocok dibangun IHG.

Anil mencontohkan, di IKN sudah terdapat proyek mixed use yang mencakup hotel, pusat perbelanjaan, dan perkantoran.

Baginya, ini adalah petunjuk sehingga IHG Hotels & Resorts bisa lebih cepat bergerak dan mendekati para pengembang untuk bermitra.

Adapun hingga akhir 2024 ini, IHG Hotels & Resorts akan memiliki 30 hotel di Indonesia, yang artinya tumbuh 10 kali lipat dalam satu dekade terakhir.

Menurutnya, IHG Hotels & resorts disukai tidak hanya oleh kelas menengah tetapi juga kelas mewah.

"Jadi ya, peluang itu ada. Apakah kami berkomunikasi dengan orang yang tepat? Ya, benar. Kami harus memilih lokasi yang tepat dengan mitra yang tepat, dan itu selalu membutuhkan waktu," imbuh Anil.

https://ikn.kompas.com/read/2024/05/16/160658287/tertarik-ecotourism-di-ikn-ihg-jalin-komunikasi-dengan-otorita

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar