Hal itu disampaikan Lusie saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Indonesian Diaspora Network Global (IDN-Global), Rabu (15/05/2024).
“Kalau dari DWP, lebih kepada untuk mendukung kesejahteraan anggota dan keluarganya seperti memberikan program penyuluhan kesehatan," kata Lusie.
Menurutnya, apapun kegiatannya, semua untuk kesejahteraan internal istri-istri dari ASN keluarga staf-staf OIKN. Sedangkan TP PKK lebih menargetkan kepada masyarakat di lingkungan IKN.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan IDN Global.
“Kami bantu OIKN untuk program-program seperti pengentasan stunting, program pendidikan (memberikan pelatihan bahasa Inggris), program bangun desa, program transformasi pendidikan dan lain-lain,” tutur Lusie.
Sebagai informasi, IDN-Global merupakan organisasi non-politis, nirlaba, independen, dan berskala global yang bertujuan untuk memfasilitasi persahabatan dan kerjasama antar komunitas Diaspora Indonesia di lima benua.
Tiga substansi utama dari aktivitas IDN-Global adalah kesadaran, keterlibatan, dan pemberdayaan Diaspora Indonesia.
Diaspora Indonesia merupakan modal manusia dan modal sosial bangsa yang potensinya kini diakui oleh banyak pihak, termasuk Pemerintah.
IDN-Global, sebagai organisasi pertama dan paling berpengaruh yang menyatukan Diaspora Indonesia secara global, akan selalu berupaya untuk menyuarakan aspirasi anggotanya dan memfasilitasi semua usaha mereka untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia.
https://ikn.kompas.com/read/2024/05/17/120000687/lusie-susantono--dwp-terbentuk-demi-kesejahteraan-anggota-dan-keluarga-oikn