Oleh karena itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik mendorong pendidikan vokasi atau sekolah kejuruan mulai menciptakan keterhubungan koheren atau linkage dengan sektor jasa.
Selain sektor pangan dan otomotif, Akmal melihat peluang Kaltim di sektor jasa demikian besar. Hal ini seiring kebijakan hilirisasi di sketor pertambangan dan perkebunan.
"Sebagai penyangga IKN, kota-kota di Kaltim ini akan menjadi kota jasa," kata Akmal di Balikpapan, Jumat (17/5/2024), usai sosialisasi penyerahan blanko kepada 217 lulusan SMK.
Akmal menuturkan, blanko ijazah hanyalah batu loncatan karena tamatan SMK adalah salah satu proses pembelajaran.
Dia berharap para lulusan sekolah vokasi ini tidak bangga dengan blanko ijazah saja, tapi juga menambah keahlian dan keterampilan agar tidak menjadi bagian dari pengangguran terbuka.
Menurutnya, saat ini angka pengangguran terbuka di Kaltim mengalami kenaikan, meskipun hanya satu persen.
"Untuk itu, kami mengarapkan, anak SMK tampil mengurangi pengangguran karena telah memiliki keahlian atau skill," imbuh Akmal.
Oleh karena itu, dia meminta kepala dinas segera berkolaborasi dengan mitra-mitra usaha, seperti dari SMKN 1 Balikpapan dengan salah satu perusahaan yang menyumbangkan 300 alat yang dibuat di SMKN 1
"Kalo buat sendiri gak bisa, karena branding kalah dengan swasta, maka berkolaborasi, kita suplai materialnya," cetus Akmal.
https://ikn.kompas.com/read/2024/05/17/190000687/antisipasi-kemajuan-ikn-kaltim-dorong-sekolah-kejuruan-bermitra-dengan-sektor