Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

PLN Pastikan IKN Gunakan Energi Hijau PLTS 100 Persen Agustus 2024

Darmawan menyampaikan hal ini saat peresmian groundbreaking Telecommunication and Digital Centre, oleh Presiden RI Joko Widodo, Rabu (5/6/2024).

Menurutnya, PLN berkomitmen penuh menyiapkan sistem kelistrikan andal di IKN dengan mengusung konsep teknologi state of the art berbasis pada pasokan listrik berteknologi pintar, indah, dan ramah lingkungan.

Selain itu, PLN melalui subholding PLN Icon Plus juga mendukung jaringan telekomunikasi yang akan terbangun di IKN.

"Pembangunan Kantor PLN dan izin penyediaan infrastruktur telekomunikasi oleh PLN Icon Plus ini merupakan upaya kami mendukung IKN menjadi kota hijau, futuristik dan berkelanjutan, sehingga listrik yang dihadirkan berbasis pasokan ramah lingkungan,” ujar Darmawan.

Darmawan menambahkan, groundbreaking PLN Hub menandakan bahwa pekerjaan rancang dan bangun untuk membuat Nusantara menjadi green city telah dimulai.

"Dari sini, PLN akan langsung mengakselerasi pembangunan PLN HUB, infrastruktur pendukung dan site development," cetusnya.

Penggunaan 100 persen energi hijau di IKN juga disampaikan Presiden Jokowi. Karena hal ini kerap ditanyakan oleh para investor yang ingin masuk.

Menurutnya, penggunaan energi hijau adalah bagian dari transformasi. Terlebih transformasi ekonomi karena ekonomi global terus berubah arah, dan harus diantisipasi.

"Kita harapkan terjadi perubahan mindset kita semua tentang penggunaan energi hijau, khususnya di nusantara, yang nanti 100 persen akan menggunakan energi hijau. Dengan demikian, investasi di IKN sama dengan membeli masa depan," tutur Jokowi.

Plt. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono juga mendukung kesiapan fasilitas dasar yang ada di IKN.

Dia mengatakan, kelistrikan adalah fondasi dasar dari sebuah kota untuk bisa hidup dan berkembang.

"Adanya Telecommunication and Digital Centre dari PLN memberikan dukungan penuh akan kemajuan yang dimiliki IKN nantinya," ujar Basuki.

Dibangun di atas tanah seluas 1,39 hektar dengan nilai investasi sebesar Rp 1 triliun, Telecommunication and Digital Centre Nusantara dirancang sebagai sebuah kawasan terpadu yang terdiri atas perkantoran, komersial, dan Green Hydrogen Park.

https://ikn.kompas.com/read/2024/06/05/160643687/pln-pastikan-ikn-gunakan-energi-hijau-plts-100-persen-agustus-2024

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar