Meski sebagian besar kantor pusat pemerintahan akan pindah ke IKN, Colliers Indonesia memastikan hal ini tidak akan berpengaruh signifikan pada permintaan kantor di Jakarta.
Untuk diketahui, saat ini permintaan kantor di Jakarta masih cukup minim. Masih ada sekitar 2 juta meter persegi ruang kantor yang belum dihuni.
“Hanya ada sedikit pengaruh dari pemindahan kantor yang ada di Jakarta ke IKN,” ungkap Senior Director of Office Services Department Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo dalam paparan Media Briefing Colliers, Ranu (3/6/2024).
Menurut Bagus, rendahnya permintaan ruang kantor di Jakarta saat ini bukan karena kehadiran IKN. Kondisi ini bahkan sudah terjadi sejak awal pandemi Covid-19
“Sejak awal covid, permintaan kantor sudah terkoreksi cukup tajam sementara supply gedung kantor baru terus berlanjut,” tukas Bagus.
Ia menerangkan hingga tahun 2025 mendatang, tidak akan ada pasokan ruang kantor baru di pasar perkantoran Jakarta.
Hal ini karena para pengembang masih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan memilih untuk menyelesaikan proyek yang belum rampung.
Meskipun akan ada tenant yang pindah ke IKN, namun ruang kantor di Jakarta masih bisa dimanfaatkan oleh lembaga pemerintah seperti BUMN.
“Saat ini, beberapa BUMN diizinkan untuk berkantor di gedung-gedung komersial. Ini juga turut menaikan tingkat okupansi ruang kantor di Jakarta,” tandas Bagus.
https://ikn.kompas.com/read/2024/07/06/140711387/ikn-tak-berpengaruh-signifikan-pada-permintaan-kantor-di-jakarta