Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Abdul Muis saat ditemui di Seminar Nasional Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) yang digelar di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Adapun kebutuhan baja ini dipenuhi seluruhnya dari produk dalam negeri. Ini menyusul semangat pemerintah untuk mengurangi impor.
Sementara material konstruksi yang diimpor hanya bahan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri.
"Kalau lebih dari Rp 1 miliar yang kita akan impor itu izinnya dari Pak Menteri. Jadi betul-betul selektif," lanjut Abdul Muis.
Sedangkan kebutuhan baja untuk pembangunan IKN tahun 2025 masih belum bisa diprediksi.
Pasalnya, Kementerian PUPR hingga saat ini baru mengestimasi kebutuhan baja untuk proyek IKN sampai dengan akhir tahun 2024.
"Setelah itu nanti Otorita IKN, OIKN yang akan melaksanakan," tuntas Abdul Muis.
Di sisi lain, Kementerian PUPR memperkirakan kebutuhan baja secara nasional pada tahun 2024 mencapai 1,1 juta ton.
https://ikn.kompas.com/read/2024/07/10/203703387/pembangunan-ikn-tahun-2023-2024-butuh-331000-ton-baja