Provinsi ini pun diharapkan diharapkan menjadi poros, sekaligus gerbang pembangunan Nasional.
Namun demikian, ekonomi Kaltim masih dihadapkan pada tantangan karena dididominasi oleh Sumber Daya Alam (SDA) khususnya pertambangan, minyak dan gas (migas).
Oleh karena itu, Kaltim harus mulai memfokuskan penguatan ekonomi pada tiga aspek yakni pertama transformasi penciptaan dan pengembangan sektor ekonomi baru yang potensial, berdaya ungkit tinggi dan berkelanjutan.
Kedua, akselerasi investasi melalui pengembangan dan penguatan industri strategis ekisting serta peningkatan iklim investasi.
Ketiga, inkronisasi kebijakan untuk mendorong inklusivitas ekonomi dan keuangan masyarakat.
Hal ini sebagaimana dikemukakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Budi Widihartanto.
Budi mencermati, perkembangan ekonomi makro daerah, ekonomi Kaltim pada triwulan I-2024 tumbuh sebesar 7,26 persen lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja ekonomi triwulan sebelumnya, regional Kalimantan, dan nasional.
Tingginya permintaan produksi batu bara mendorong Lapangan Usaha (LU) sektor pertambangan berkontribusi sebesar 4,79 persen secara tahunan atau year on year (yoy) terhadap pertumbuhan periode ini.
"Ini didorong oleh upaya korporasi mengejar target akhir tahun 2024 di tengah permintaan batu bara yang masih relatif tinggi," ujar Budi, dikutip Kompas.com, Jumat (19/7/2024).
Selain itu, berlanjutnya pembangunan IKN juga turut mendorong LU konstruksi memberikan andil sebesar 1,04 persen (yoy).
Menurut Budi, menguatnya pertumbuhan ekonomi sejalan dengan inflasi Kaltim yang terjaga dalam target inflasi nasional.
Pada triwulan I-2024, inflasi kaltim tercatat sebesar 3,03 persen (yoy) lebih rendah dari triwulan sebelumnya yaitu 3,46 persen (yoy) dan nasional sebesar 3,05 persen (yoy).
Rendahnya inflasi disebabkan oleh berlangsungnya masa panen sejumlah komoditas pangan di daerah penghasil yang mendukung ketersediaan pasokan di Kaltim.
"Selain itu, tertahan oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada bulan Ramadhan dan pembangunan IKN yang semakin masif, serta terjadi peningkatan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras pada Maret 2024 yang mendorong peningkatan harga komoditas beras dari sisi penawaran," papar Budi.
Dari sisi stabilitas sistem keuangan, penyaluran kredit maupun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) masih bertumbuh dengan risiko yang terjaga.
Penyaluran kredit Kaltim triwulan I-2024 tumbuh positif sebesar 9,52 persen (yoy), ditopang kredit konsumsi yang tumbuh sebesar 12,49 persen (yoy) sejalan dengan naiknya Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat.
Pertumbuhan ini juga diikuti oleh risiko kredit yang terjaga rendah dengan non-performing loan (NPL) sebesar 1,28 persen.
Sejalan dengan itu, penghimpunan DPK juga tumbuh positif sebesar 6,02 persen (yoy), namun sedikit melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 6,45 persen (yoy).
Perkembangan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah juga tumbuh positif.
Transaksi nontunai
Pada triwulan I-2024, transaksi nontunai secara nominal meningkat 12,86 persen (yoy) pada jaringan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Real Time Gross Settlement (RTGS).
Sementara, Transaksi ATM/Debit, Kredit dan Uang Elektronik (UE) juga mengalami pertumbuhan baik dari sisi nominal maupun volume masing-masing sebesar 11,61 persen (yoy) dan 10,69 persen (yoy).
Sedangkan, jumlah pengguna baru dan merchant QRIS terus mengalami pertumbuhan.
Pada triwulan I tahun 2024, jumlah pengguna QRIS tumbuh 70,35 persen (yoy) yang sejalan dengan pertumbuhan nominal transaksi QRIS hingga 206,36 persen (yoy) atau Rp 1,680,92 triliun dan volume transaksi naik sebesar 191,21 persen (yoy).
Dari sisi transaksi tunai, aliran uang kartal pada triwulan I tahun 2024 mencatat posisi net inflow. Secara nominal, nilai uang kartal yang masuk ke Bank Indonesia (inflow) tercatat sebesar Rp 7,16 triliun, sementara nilai uang kartal yang diedarkan oleh Bank Indonesia (outflow) sebesar Rp 5,08 triliun.
Arah kebijakan
Pemerintah Provinsi Kaltim menyampaikan arah dan sasaran kebijakan pada 2024-2026 untuk terwujudnya diversifikasi ekonomi melalui strategi pembangunan ekonomi yang inklusif.
Hal ini diwujudkan melalui kebijakan peningkatan industrialisasi berbasis pengolahan komoditas pertanian, penguatan daya saing pariwisata, peningkatan nilai tambah usaha kreatif dan digital, serta pemberian insentif dalam pengembangan kawasan industri dan iklim investasi.
Di sisi lain, Pemprov Kaltim juga mencanangkan strategi untuk percepatan transisi energi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi dan fossil dan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor lahan.
Di tengah dinamika ekonomi keuangan global diliputi oleh ketidakpastian dan eskalasi ketegangan geopolitik, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian Kaltim pada 2024 masih tetap resilien dan optimistis tumbuh pada kisaran 5,50 persen-6,30 persen (yoy).
Prakiraan tersebut lebih tinggi didasarkan dari kinerja LU Pertambangan, Industri Pengolahan, Konstruksi, dan Perdagangan.
Di sisi lain, inflasi Kaltim di tahun 2024 diprakirakan masih berada dalam rentang target kisaran 2,5±1 persen (yoy), di tengah masih tingginya tekanan inflasi global dan masifnya pembangunan IKN.
Pada triwulan II-2024, tantangan inflasi diprakirakan masih tetap tinggi yang disebabkan oleh peningkatan komoditas pangan yang dipengaruhi oleh perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN).
https://ikn.kompas.com/read/2024/07/19/160033787/meski-ikn-membawa-dampak-positif-kaltim-harus-perkuat-tiga-aspek