“Di Balikpapan dan Samarinda saat ini pun dengan berbagai kegiatan yang berlangsung membuat hotel-hotel nyaris penuh. Jadi kalau ada kegiatan tiba-tiba itu pasti kesulitan untuk dapat kamar,” jelas Sri.
Karena kamar hotel di Balikpapan dan Samarinda yang sudah dipesan, Sri mengaku mendapat informasi ada beberapa pihak yang memilih tinggal di wilayah Penajam
“Jika ada tamu ataupun para pihak yang nanti membutuhkan akomodasi pada saat 17 Agustus, kita akan siapkan data. Mulai dari hotel kemudian guest house, penginapan dan asrama haji,” jelas Sri.
Dengan tingginya tingkat okupansi hotel di Balikpapan dan Samarinda, menurut Sri ini adalah kesempatan yang baik untuk mengenalkan produk-produk khas dari Kaltim.
Apalagi biasanya ketika orang berkunjung ke suatu daerah, mereka tidak hanya mencari akomodasi tetapi juga ingin mencicipi kuliner lokal dan membawa pulang oleh-oleh.
“Kita sudah dorong pihak hotel untuk menyiapkan sudut-sudut dan memfasilitasi UMKM berjualan produk oleh-oleh. Ini akan semakin mempermudah tamu yang datang,” terangnya.
Selain itu, wisatawan juga bisa berkunjung ke pusat-pusat oleh-oleh yang ada di Balikpapan serta Samarinda.
https://ikn.kompas.com/read/2024/07/26/070000187/jelang-hut-ke-79-ri-sulit-cari-hotel-di-balikpapan-dan-samarinda