Hal itu dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat konferensi pers mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (29/7/2024).
"Saya laporkan kepada Bapak Presiden bahwa ART rolling stock-nya sudah ada di Balikpapan. Jadi kalau mau lihat besok sama saya di Balikpapan, dan itu akan diujicoba Insya Allah tanggal 5 (Agustus) sudah mulai uji coba," kata Budi Karya.
Ini artinya, pelaksanaan PoC lebih cepat 5 hari dari yang telah dijadwalkan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bahwa kereta otonom tanpa rel mengaspal pada 10 Agustus 2024.
Namun, Budi Karya tidak menyebutkan, apakah kereta dimaksud merupakan produksi BUMN China CRRC Sifang atau CRRC Zhuzhou & Norinco.
Pertama adalah kerjasama antara Kementerian Perhubungan dengan CRRC Sifang dan kedua adalah kerjasama antara OIKN dengan CRRC Zhouzhou Institute Co. Ltd. & Norinco.
Kompas.com berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, namun hingga artikel ini ditulis, tak kunjung direspons.
Salah satu hal yang mencolok dari ART ini adalah desain eksterior dengan dominasi warna putih dihias ornamen livery cokelat muda yang diadaptasi dari Pohon Hayat sebagai logo IKN. Selain itu terdapat sepasang persona yang mengenakan baju adat tradisional Dayak.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi menuturkan, sarana ART buatan CRRC Zhuzhou & Norinco akan dimobilisasi menuju IKN pada 30 Juli 2024, dan tiba di lokasi pada hari yang sama.
Pemasangan dan uji coba mandiri oleh tim teknis ART CRRC Zhuzhou & Norinco akan berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2024.
Moda transportasi ramah lingkungan yang berjalan tanpa rel ini akan menjalani uji coba, saat pekerjaan konstruksi infrastruktur dasar IKN disetop sementara.
"Jalur yang akan digunakan untuk PoC adalah Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat. Markanya sudah terpasang," ujar Ale, sapaan akrabnya.
Ale mengaku, jalur yang akan digunakan ini sempat mengalami perubahan karena ada ketidaksesuaian antara desain dan spesifikasi dengan yang terpasang di lapangan.
Namun demikian, ketika dia meninjau langsung Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat pada Kamis (18/7/2024), ukuran lebar jarak marka-nya sudah sesuai.
"Ya kemarin sempat perlu perubahan ukuran lebar jarak marka-nya untuk menyesuaikan dengan specification ART-nya," cetus Ale.
Sementara spesifikasi teknisnya mencakup panjang 30.2 meter, lebar 2.65 meter, dengan kapasitas tampung maksimal 302 penumpang.
Trem otonom berbobot penuh 54 ton ini dapat mengaspal dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam.
Selain itu, gradient maximum mencapai 10 persen, dan minimum turning radius 15 meter. Adapun kapasitas baterai menembus 294 kW dan kebutuhan daya listrik AC380V; 50Hz.
Ale menjelaskan, ART merupakan kereta berpemandu lidar (deteksi dan jangkauan cahaya) untuk angkutan penumpang perkotaan.
"Sistem ART dapat beroperasi secara mandiri tanpa memerlukan sensor pemandu," imbuh Ale.
Namun demikian, CRRC Zhuzhou & Norinco belum ditetapkan sebagai penyedia transportasi cerdas berkelanjutan di IKN.
Pihaknya membuka kesempatan bagi pabrikan lain untuk melakukan PoC produk sekaligus menunjukkan keandalannya di IKN sebagai living lab bagi kemajuan teknologi terbaru di bidang transformasi hijau dan digital.
"Selain itu, masih ada proses berikutnya yakni pelelangan. Nah, jika kelak terpilih pemenangnya, maka ART akan mengaspal di jalur sepanjang 4,9 kilometer di Jalan Kebangsaan Sisi Barat dan Timur yang akan dilengkapi 6 buah halte," papar Ale.
Kendati demikian, ART buatan CRRC Zhuzhou & Norinco ini telah lama mengaspal di negaranya sejak 2017 dengan kapasitas dapat menampung 300 penumpang.
"Ini menandai fase intensif dalam penerapan dan evaluasi teknologi ini," cetus Ale.
Satu hal yang penting dan harus digarisbawahi adalah bahwa pembuktian konsep ART ini mulai dari pengadaan dan pengiriman rolling stock, hingga tiba di IKN tanpa menggunakan uang negara atau APBN sepeser pun.
"Selama ini pembiayaan terkait berbagai kegiatan PoC yang dilakukan di IKN maupun daerah mitra merupakan kontribusi yang diberikan oleh para technology providers," pungkas Ale.
Ale menegaskan, keberhasilan mendatangkan kereta otonom ini merupakan kolaborasi lintas kementerian/lembaga (K/L) yang selama ini terus dilakukan untuk memastikan PoC dapat berjalan dengan lancar dan baik.
OIKN bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Keuangan, Ditjen Bea Cukai, Kemenenterian Kominfo, dan Polri selama ini telah melakukan rapat rutin untuk memastikan dan mengevaluasi kelayakan teknis dan operasional serta dukungan fasilitas infrastruktur trem otonom yang diperlukan.
IKN sebagai global city for all merupakan testbed inovasi, di mana pengembangan dan pemanfaatan teknologi terbaru akan di lakukan bersama-sama dengan berbagai pihak.
https://ikn.kompas.com/read/2024/07/30/062840187/diuji-coba-5-agustus-kereta-otonom-ikn-tak-menyerap-sepeser-pun-duit-negara