Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

IKN TERKINI: Road to HUT Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono memastikan kesiapan infrastruktur IKN.

Pertama untuk konektivitas, telah disiapkan akses menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dari Balikpapan, yakni Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Km 11 exit gate Karangjoang, kemudian melewati Jalan Nasional Akses TPK Kariangau dan Tol IKN fungsional (Seksi 3A, 3B,  5A dan Jembatan Pulau Balang Panjang).

"Total jarak rute tersebut sepanjang 88 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 90 menit. Ada juga alternatif lainnya melalui Tol Balikpapan-Samarinda exit gate Samboja Km 38, menuju Jalan Nasional Samboja Sepaku dengan waktu tempuh 150 menit," kata Basuki.

Selain itu, sebagian akses yakni Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat, Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur, Feeder Grande, sepanjang 4.510 meter di sekitar Lapangan Upacara siap digunakan untuk melayani trem otonom atau Autonomous Rail Transit (ART).

Sementara akses menuju Istana Negara dan Istana Garuda dapat melalui Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat (1.980 meter), Jalan Feeder Grande di Gerbang Istana (430 meter), jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur (2.100 meter), Jalan Feeder Lingkar Sepaku 2 (550 meter), akses Tol 6C dan Bundaran Sumbu Kebangsaan Barat dan Timur (576 meter).

Terdapat pula akses menuju Istana Negara dan Istana Garuda yang akan fungsional sepanjang 1.260 meter dan semua jalan tersebut sudah dilapisi dengan perkerasan aspal.

"Prasarana Istana Negara sudah dipersiapkan dan Istana Garuda progresnya juga sudah 95 persen, saat ini keduanya dalam tahap pemasangan furnitur dan ditargetkan semua bersih rapi pada 10 Agustus," ujar basuki.

Sedangkan Plaza Seremoni akan difungsikan pada area Ceremonial Lawn (Visitor Center, Amphitheater, Forest Trail, toilet umum, dan Retail/Galeri untuk UMKM) yang dapat menampung tamu undangan dan panitia pendukung.

Pada Kawasan Beranda Nusantara, Memorial Park/Taman Kusuma Bangsa untuk kegiatan Renungan Suci, Sayap Garuda, Gedung Beranda, Monumen Tiang Bendera, dan Gedung Parkir ditargetkan siap pada 11 Agustus 2024.

Rinciannya Kantor Kemenko 1 (1 tower), Kemenko 2 (1 tower), Kemenko 3 (2 tower), dan Kemenko 4 (3 tower). Masing-masing akan berfungsi 2-3 lantai untuk holding ASN dan petugas upacara.

Hunian ASN akan fungsonal minimal 8 tower lengkap dengan furniturnya, air dan listrik juga akan disiapkan.

Masing-masing tower terdiri dari 60 unit hunian seluas 98 meter persegi, setiap hunian ada 3 kamar.

Untuk Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) juga akan berfungsi 14 unit dan sudah lengkap dengan meubelairnya.

Sedangkan untuk fasilitas air minum mulai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA), pipa transmisi, reservoir, pipa distribusi hingga pipa persil/gedung/kantor pemerintahan akan secara bertahap beroperasi pada 10 Agustus 2024.

Debit pengaliran tahap awal 150 liter per detik dengan kualitas air minum sesuai dengan standar Internasional.

Sejak 20 Juli kemarin Kementerian PUPR sudah melakukan running test untuk air minum dan saat ini sudah sampai ke lingkungan Istana Negara dan Istana Garuda.

"Kualitas airnya sudah sesuai standar, bahkan insya Allah lebih baik dari air minum kemasan. Nanti saya akan minta Sucofindo untuk uji kualitas juga,” tuntas Basuki.

https://ikn.kompas.com/read/2024/08/05/090102187/ikn-terkini-road-to-hut-ke-79-kemerdekaan-republik-indonesia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com