Setelah menaiki Trem Otonom Terpadu yang didatangkan dari China tersebut, Presiden berharap transportasi berbasis listrik ini tak hanya dapat digunakan di IKN namun juga kota-kota lainnya di Indonesia.
“Tadi sudah saya gunakan. Kalau kita pakai trem otonom memang jalan harus lebar, dan jalan di IKN memang sudah didesain lebar, mencukupi untuk itu. Kota-kota lain di Indonesia saya kira semuanya membutuhkan transportasi massal yang berbasis energi hijau," kata Presiden.
Menurut Jokowi, salah satu kelebihan dari penggunaan Trem Otonom Terpadu adalah biayanya yang relatif murah.
Pengoperasian kereta tidak berbasis rel dan cukup menggunakan jalan yang sudah ada, sehingga tidak membutuhkan pembangunan infrastruktur.
Namun, sayang menurut Jokowi, masalah yang sekarang ini masih dihadapi adalah ukuran jalan di kota-kota besar yang kurang lebar.
“Masalahnya, memang hampir di semua kota jalannya kurang lebar, sehingga tidak semua kota bisa memakai ART,” tuturnya.
Trem Otonom Terpadu merupakan teknologi baru di moda transportasi darat, menggabungkan sistem transportasi light rapid transit (LRT) atau kereta ringan dan autonomous bus.
Kehadiran dan uji coba Trem Otonom Terpadu ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi canggih, sekaligus menjadi contoh bagi pengembangan kota-kota lain di Indonesia.
https://ikn.kompas.com/read/2024/08/14/070000487/trem-otonom-ikn-cuma-rp-70-miliar-per-unit-jokowi-minta-dibangun-di-kota-lain