Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Polemik Nyoman Nuarta, Penasihat Ahli Arsitek: IKN Harus Dikerjakan secara Gotong Royong

Nyoman Nuarta dikritik karena hanya merupakan seniman patung yang tidak memiliki latar belakang sebagai arsitek.

Karena tidak memiliki latar belakang pendidikan arsitektur, Nyoman juga dituding tidak mengantongi Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek.

Padahal, syarat untuk menjadi arsitek adalah wajib memiliki STRA, dan STRA merupakan bukti tertulis bagi arsitek untuk dapat melakukan praktik arsitek.

Terkait hal ini, Penasihat Ahli Arsitek IKN Yori Antar Awal menegaskan, secara garis besar IKN harus dikerjakan dengan cara berpikir gotong royong karena multidisiplin.

Pembangunan IKN melibatkan tidak hanya aristek, juga teknik sipil, kontraktor, arsitek lanskap, pematung, dan seniman.

"Untuk itu, kita perlu terus berkomunikasi untuk hasil terbaik bagi IKN yang merupakan kebanggaan Nasional, kebanggaan bersama," ujar Yori kepada Kompas.com, Senin (13/8/2024).

Sebagai seorang penasihat ahli arsitek, Yori merasa bangga bisa terlibat di dalam pembangunan IKN.

Bukan tanpa alasan, IKN dirancang dan dibangun oleh orang Indonesia, mulai dari rancangan induk atau masterplan, konsultan, tenaga ahli, serta material konstruksi yang memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan SNI.

Yori menjelaskan, salah satu karya bersama yang dikerjakan secara bergotong royong adalah Taman Kusuma Bangsa yang mencakup Beranda Nusantara, Bukit Bendera, dan Sayap Pelindung Nusantara dengan dua patung proklamator Kemerdekaan RI.

"Taman Kusuma Bangsa adalah tempat untuk merenungkan jasa pahlawan Indonesia. Ada pahlawan kemerdekaan, pahlawan revolusi, dan sebagainya. Nama-nama mereka diabadikan di sini," imbuhnya.

Dan Sayap Pelindung Nusantara yang merupakan karya seniman Nyoman Nuarta berhadapan langsung secara simetris dan visual dengan Istana Garuda.

"Ini merupakan spot luar biasa untuk menikmati IKN dari atas. IKN yang dirancang dengan konsep forest city. IKN yang merupakan masa depan bangsa, adalah kebanggaan kita semua," tuntas Yori.

https://ikn.kompas.com/read/2024/08/14/140000487/polemik-nyoman-nuarta-penasihat-ahli-arsitek--ikn-harus-dikerjakan-secara-gotong

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com