Tak mengherankan, dalam beberapa bulan terakhir terdapat penambahan gerai-gerai anjungan tunai mandiri (ATM) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai wilayah pengembangan IKN.
Data Bank Indonesia menyebutkan, jumlah ATM di IKN saat ini sebanyak 18 gerai.
Seluruhnya dibangun oleh perbankan anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) dan BPD, yakni Mandiri, BNI, BRI, BSI, dan Kaltimtara.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi memastikan ketersediaan uang kartal yang disalurkan melalui 18 ATM tersebut mencukupi kebutuhan di IKN, terutama menyambut momen perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.
Data menyebutkan, tren kebutuhan uang kartal di IKN, Balikpapan, dan Paser hingga Juli 2024 yakni sebanyak Rp 668 miliar per bulan.
Dengan kas Rp 2,3 triliun, BI Perwakilan Balikpapan optimistis dapat memenuhi kebutuhan uang kartal di tiga kota/kabupaten tersebut selama Agustus.
"Kami sudah menyiapkan uangnya, yang disalurkan melalui lima bank tersebut ya. Dan khusus nominal uang kartal di IKN ini merupakan pecahan Rp 100.000," ujar Robi kepada Kompas.com, Rabu (14/8/2024).
Selain melalui ATM, BI Perwakilan Balikpapan dan Perbankan juga menggelar kegiatan layanan Kas Keliling untuk memenuhi kebutuhan uang tunai di IKN dan sekitarnya.
Layanan penukaran uang melalui kas keliling di IKN telah dilakukan sejak awal bulan Agustus 2024 di tiga titik yakni Pasar Sepaku, Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN, serta Komplek Perkantoran Bank Indonesia (KOPERBI) IKN.
Dalam pelaksanaan kas keliling ini, Bank Indonesia Balikpapan berkolaborasi dengan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, serta Bank BNI cabang Sepaku.
Kolaborasi ini ditandai dengan dimulainya kegiatan layanan penukaran uang oleh BNI Sepaku pada Selasa (6/8/2024) dan Selasa (13/8/2024), kepada masyarakat dan pengunjung Pasar Sepaku dan sekitarnya.
Selanjutnya, BI Balikpapan akan intens melakukan kegiatan layanan kas keliling di wilayah IKN dan sekitarnya setiap hari hingga akhir Agustus 2024.
Uang tunai yang disiapkan untuk kegiatan tersebut sebesar Rp 500 juta pada setiap kegiatan, dengan fokus Uang Pecahan Kecil (UPK) yaitu uang pecahan Rp 1.000 hingga Rp 20.000.
Selain masyarakat, layanan kas keliling BI juga dapat diakses perbankan di sekitar IKN dalam rangka clean money policy, sehingga uang tidak layak edar dapat segera ditarik, kemudian diganti dengan uang dalam kondisi layak edar.
Melalui kegiatan kas keliling, BI Balikpapan mengimbau masyarakat di sekitar IKN dan Pasar Sepaku hingga pekerja konstruksi, untuk memanfaatkan layanan dengan sebaik-baiknya.
Tidak hanya penukaran uang, pengunjung juga berkesempatan diberikan edukasi/sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah.
Robi menegaskan komitmen BI Perwakilan Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang rupiah dalam kondisi layak edar, denominasi yang sesuai, jumlah yang cukup serta tepat waktu khususnya di wilayah IKN.
Di samping itu, masyarakat di wilayah sekitar IKN juga akan dibekali edukasi/sosialisasi mengenai cara merawat uang Rupiah, serta menjaga diri dari tindak pidana pemalsuan uang.
Ke depan, Bank Indonesia senantiasa terus berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh mitra kerja dan pemangku kebijakan, agar pemenuhan kebutuhan uang tunai di kabupaten/kota penyangga IKN dapat dilakukan dengan secara merata, efektif, efisien, serta optimal.
https://ikn.kompas.com/read/2024/08/15/060124887/kini-ada-18-atm-di-ikn-semuanya-dari-bank-negara-dan-bpd